[Ficlet] My Stiffy Boyfriend

guanlin1

| CUBE’s Lai Guan Lin & OC | fluffy romance | PG-15 |

“Kakak kenapa, sih? Pergi keluar enggak bilang-bilang. Sendirian, lagi. Tahu gini, kan, aku bisa nemenin.”

.

.

.

Jill tak pernah mengerti alasan Sang Langit membuat kisah cintanya begitu menyebalkan untuk dijalani. Pun Jill masih belum menemukan alasan mengapa ia bisa sampai menjatuhkan hati pada orang seperti Lai Guan Lin.

Mungkin orang awam akan berpikir kalau dia sangat beruntung. Tentu saja, siapa yang tak akan bahagia punya pacar seperti Lai Guan Lin? Pertama, dia tampan. Kedua, dia tinggi. Ketiga, Guanlin itu tenar—tak akan ada seorang pun gadis yang membantah jika Guanlin bisa bikin mata berbinar hingga mimisan kalau sudah membuka suara di depan mikrofon. Bahkan tidak jarang ada yang mengaku hamil hanya karena mendengar suara sexy Guanlin.

Biarkan Jill menghela napas terlebih dahulu. Hatinya masih merasa jengkel. Oke, untuk satu atau dua minggu pertama, mungkin Jill masih bisa tahan dengan sikap cuek Guanlin. Bayangkan, hal paling intim yang pernah mereka lakukan hanyalah saling menunggu di depan gerbang dan berjalan beriringan menuju halte—tanpa tangan bergamit dan konversasi yang berarti.

Sudah lebih dari sebulan rutinitas itu berlangsung dan rasanya amarah Jill telah sampai ke pangkal ubun-ubun. Ia lelah menjalani cinta sepihak ini. Mungkin ia terkesan gegabah dengan menyimpulkan sendiri bahwa Guanlin menerima cintanya hanya karena kasihan. Atau kemungkinan terburuknya, Guanlin cuma menjadikan hubungan mereka sebagai status palsu agar lelaki itu tak lagi digodai oleh senior-senior yang gemas dengan ketampanannya.

Apa pun alasannya, yang jelas Jill kesal pada Guanlin. Lelaki yang satu tahun lebih muda darinya itu pasti tidak mencintai Jill dengan tulus. Pokoknya Jill tidak mau lagi melihat muka cowok yang sebentar lagi akan menjadi mantan kekasihnya itu.

Ponsel Jill tiba-tiba bergetar singkat, itu tandanya ada pesan masuk.

Guanlin
– Kakak lagi apa?

– Kok dari kemarin enggak kelihatan, sih, di sekolah?

Dua baris pesan yang Guanlin kirimkan berakhir dengan hanya dibaca oleh Jill. Di mana ia seharusnya senang, karena ini adalah kali pertama Guanlin mengiriminya pesan terlebih dahulu. Tapi masa bodoh, pokoknya Jill malas menanggapinya.

Ia pun melanjutkan aktivitasnya membaca buku tentang Cold War di perpustakaan kota. Tidak ada alasan khusus untuk pergi ke sana. Membaca memang sudah hobinya sejak dulu.

Ditemani caramel macchiato yang ia beli di perjalanan menuju perpustakaan, Jill memindai lembaran padat tulisan itu dengan saksama. Ia sudah mendapat setengah dari keseluruhan buku. Hingga indra penciumannya seketika disambangi aroma yang tidak asing.

Namun, mungkinkah ia mendapati seseorang dengan aroma seperti itu di tempat ini? Rasanya mustahil.

“Ah, pabriknya, kan, tidak cuma memproduksi satu botol sampo.” gumam Jill dan kembali fokus pada bacaan yang sedari tadi membuatnya antusias.

Tapi konsentrasinya kembali terpecah saat aroma itu kian menguar. Jill menengadahkan kepala dan mengedarkan pandang, pikirannya dihujani kuriositas mengenai siapa pemilik aroma itu.

Matanya membeliak saat mendapati sesosok pemuda yang juga tengah celingukan di dekat rak buku kesastraan.

“Ngapain dia di sini?” gumam Jill panik. Segera ia raup barang bawaannya yang tersampir di meja, kemudian segera beranjak dari bangku yang sedari tadi ia duduki.

Jill bersembunyi di antara rak buku dongeng dan ilmu filsafat sambil sesekali menyedot minuman di tangannya untuk menghilangkan rasa gugup. Ini gila, jelas-jelas tadi dia melihat Guanlin. Apakah lelaki itu bela-belakan datang ke sini untuk menemuinya? Aish, apa yang Jill harapkan? Guanlin tidak akan peduli meski Jill plesir ke Gurun Gobi sekali pun.

“Akhirnya ketemu!” sebuah suara berat berdesibel rendah itu membuat hati Jill berdentam. Gadis itu bergeming untuk beberapa saat. Hingga sebuah cengkeraman menjamah pundaknya dan memaksanya untuk berbalik.

Akhirnya Jill melihat wajah tampan itu lagi setelah dua hari mati-matian menahan hasrat ingin bertemu—iya, Jill cuma bercanda saat bilang tidak mau lagi melihat muka Guanlin. Mau bagaimana pun, Jill sangat menyukai Guanlin. Gadis itu menderita tiap kali menyugesti dirinya sendiri agar terbiasa dengan Guanlin yang tak berada di sisinya.

“Aku chat malah di-read doang. Bikin khawatir tahu, enggak?” decak Guanlin.

“Ka, kamu… kok, bisa tahu kalau aku ada di sini?” tanya Jill terbata-bata.

“Tadi aku telepon ke rumah. Terus kata mama, Kakak lagi di perustakaan kota. Dan… parfum Kakak yang bikin aku bisa menemukan Kakak.” jawaban Guanlin sontak membuat pupil Jill melebar. Sejak kapan dia memanggil mamanya dengan sebutan ‘Mama’ juga? Juga, Guanlin hafal dengan bau parfumnya? Wow, tidak terduga!

“Oh, gitu…” jawab Jill mengambang.

“Kakak kenapa, sih? Pergi keluar enggak bilang-bilang. Sendirian, lagi. Tahu gini, kan, aku bisa nemenin.” Guanlin menggerutu.

“Sejak kapan kamu perhatian sama aku?”

“Lo, kok gitu? Wajar, kan? Aku ini pacarmu, Kak.”

“Emang ada ya pacaran tapi yang nge-chat duluan selalu ceweknya? Enggak pernah jalan bareng, kamunya juga selalu sibuk sama band. Aku capek kalau terus jadi yang satu-satunya berjuang.”

Tandasan tajam Jill membuat Guanlin bungkam. “Maafin aku, Kak… aku cuma enggak ngerti caranya nunjukin rasa sayang ke orang.”

“Intinya, kamu serius enggak ngejalanin hubungan ini?” Jill menatap Guanlin dengan pandangan nanar.

“Serius, kak… aku sayang sama Kakak.”

“Terus kenapa selalu aku yang bikin topik tiap kali kita chatting? Kenapa tiap lagi barengan aku selalu didiemin?”

“Aku… anaknya emang kaku, Kak. Tanya, deh, sama mama atau adikku. Harusnya Kakak ngomong dari awal, biar sedikit-sedikit aku bisa berubah dan bikin Kakak nyaman.”

Jill tertegun untuk beberapa jenak setelah ia dapat mencerna ucapan Guanlin. Sepertinya ini memang salahnya. Serasa aktivitasnya menguntit Guanlin selama lima bulan hingga akhirnya mereka berpacaran itu bukan apa-apa. Buktinya, ia masih belum memahami dengan benar sifat asli Guanlin. Dasar Jill egois!

“Maaf, ya, Kak…” ucap Guanlin lagi. Pria itu mulai khawatir karena Jill terus saja diam.

“Iya, aku juga minta maaf.” Jill bersusah payah menekan rasa gengsinya. Guanlin lantas celingukan dan membuat Jill bingung mengapa ia melakukan itu. Hingga akhirnya wajah lelaki itu melongok dan membuatnya hampir tak berjarak dengan milik Jill.

Karena terkejut, tubuh gadis itu pun refleks mundur hingga punggungnya membentur rak. Belum sempat ia membuka mulut untuk melayangkan protes, sebuah ciuman dari Guanlin pun dengan cepat mendarat di bibirnya. Untuk beberapa saat, Jill tak henti-hentinya berkedip.

Cukup sepuluh detik bagi Guanlin untuk menautkan bibirnya yang membulat pada bibir kekasihnya itu.

“Guanlin… ini, kan, tempat umum!” Jill memukul lengan pemuda itu dengan kesal.

“Setidaknya meskipun cuek, masih ada hal yang bisa aku lakukan duluan.”

“Maksudmu?”

“Memberikan Kakak ciuman pertamaku.”

– END –

Enggak ngerti sama jalan pikiranku sendiri yang tetiba maksa otak buat nulis cerita receh ini. Dan yang lebih aneh, bahkan biasku bukan Guanlin, HEH!!! Abis aku suka gregetan kalo liat Guanlin jutek gitu… lah, kok aku jadi pusing sendiri >_<

Iklan

12 pemikiran pada “[Ficlet] My Stiffy Boyfriend

  1. Mbaleeell… Demi apa ini lucuuu 😄 pertama mikir “oh, gini toh rasanya pacaran sama noona..” lalu somehow aku ngerasa sbnrnya guanlin itu anak cuek tp di dalem perhatian abis… Dan itu bkin ke-cute-an tersendiri… 😄 lalu pas baca akhir2… Astaga… Dia pintar mencari kesempatan dlm kesempitan ternyata 😂😂

    Nice fic mbalel! Keep writing yaa 😄

    Suka

  2. IYAAAAAAA TAUUU YANG PINTER BANGET BIKIN ANAK ORANG MENAHAN JERITAN DI TENGAH MALAM SEBELUM TIDURRRR IYAAAAAAAAAAAAAA AKU ENGGAK TAU LAGI DEH INI EFEK MENDAPAT KARMA KARENA SERING NGATAIN GUANLIN ATAU EMANG YANG NULIS MAHIR MASALAH PERCINTAAN YHA YHA YHA YHA AKU TIDAK TAU/slapped/

    “Maafin aku, Kak… aku cuma enggak ngerti caranya nunjukin rasa sayang ke orang.” Pengen banget ngumpat halus waktu part itu yaaa astagaaaaa, ini adalah feel yang pertama kali saya rasakan saat ngebiasin cowok yang lebih muda okesip saya akhirnya tau gimana rasanya jadi noona-fans /melipir/

    Terus endingnya masyaallah…….jadi selama ini kamu diem dan cuek itu mikirin gimana caranya dapetin ciuman pertamanya Jill gitu? NGAKU GA! Yang dicium siapa, yang ngefly siapa………… Apakah………. Apakah cerita ini harus berakhir dengan sebegitu fluff nya kak? Plis butuh sekuel :”) dan seketika recent search di google menjadi “How To Be Jill” /dibalang/

    Dah gitu aja… Keep writing kaklel mwah❤️❤️❤️❤️

    Disukai oleh 1 orang

  3. Bahkan tidak jarang ada yang mengaku hamil hanya karena mendengar suara sexy Guanlin.

    OKEY INI KALIMAT DIATAS GABISA DIGANGGU GUGAT, GAADA YANG BISA MEMBANTGAH PULA KALAU SEBENERNYA KALIMAT DIATAS ITU ADALAH SATU DARI BERIBU BANGSAT YANG DITIMBULKAN OLEH PESONA GUANLIN

    IYA,

    SAMA SAYA JUGA DULU GASUKA GUANLIN TERUS PAS BACA FIC FLUSS INGIN JUNGKIR BALIK KEKINIAN JADI, HM ENAK YA KAYAKNYA PACARAN SAMA ADEK KELAS /gagitu/

    UDAH LAH INI POKOKNYA LUCU TAPI LUCUAN HYUNBIN

    /dibakar/

    Disukai oleh 1 orang

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s