Suka Korea Cuma Buang2 Duit?

tumblr_oqfamhmlb41so0t70o1_400

Banyak dari kita yang sering menerima hujatan, atau mungkin kita mendoktrin diri sendiri dengan frasa : “Oppa bahkan enggak tau lo ada di dunia ini. So, ngapain coba lo buang-buang duit demi bisa beli album dan nonton konser mereka?”.

.

Dulu, ketika gue masih baru jadi K-Popers, enggak ada tuh pikiran buat jatuh sedalam ini sama Korea. Gue suka korea sejak SD dan merchandise pertama yang gue beli adalah kaos BTS waktu gue kelas 3 SMP. Tabloid Gaul yang rutin gue koleksi sejak SD enggak masuk hitungan ya teman-teman. Gue selalu pake kaos itu kemana pun ada event, bahkan dengan bangga make ketika hang out bareng temen.

.

Apa sih tujuannya gue pake itu? Padahal belum tentu ada orang yang memperhatikan. Ya gue sendiri juga enggak tau, tapi semacam ada kebanggan di dalam diri gue ketika makek. Nih, bukti cinta gue ke oppa!

.

Gue sih orangnya emang bukan tipe yang harus punya tekad buat beli sesuatu dulu, kemudian nabung abis-abisan buat beli. Dari dulu emang gue enggak suka nongki-nongki, jarang di kantin pun jarang. Jadi kalo ada butuh apa-apa duit simpenan ada gitu.

.

Struggle terbesar gue selama menjadi K-Popers adalah restu orang tua. Ya ampun gue beli jaket fandom harga 170 ribu aja kadang masing suka dilarang-larang padahal pake duit sendiri. Ya untungnya sih gue enggak pernah minta izin buat nonton konser. Kalau cibiran orang-orang sih gue enggak seberapa peduli ya. Apa lagi yang sukanya ngejudge seenak udel kayak admin Meme Comic Indonesia.

.

Hal inilah yang membuat gue berangan-angan untuk segera dapet kerja di luar kota agar merdeka melakukan dan membeli apa saja yang gue mau tanpa perlu izin-izin segala.

.

Ya emang, uang tabungan itu semua berasal dari uang saku yang gue sisihkan. Siapa lagi yang memberi uang saku itu kalau bukan orang tua. Jadi secara enggak langsung itu tetap uang orang tua. Meskipun pasti hampir mustahil kalau ada orang tua ungkit-ungkit apa yang udah mereka kasih.

.

Mungkin ada banyak anak yang masih sayang menggunakan uang tabungan mereka untuk membeli merch dengan alasan di atas. Orang tuaku udah capek-capek kerja masa uangnya aku hambur-hamburkan untuk sesuatu yang fana?

.

Percayalah, gue juga enggak sekali dua kali doang mikir gitu.

.

Enggak ada yang salah dengan pola pikir itu. Malah bagus, seenggaknya kalian masih menghargai jeri payah orang tua kalian dalam mencari uang.

.

Tapi coba gue bawa kalian ke perspektif dan latar belakang yang lain. Oppa kalian. Perlu kalian ingat dalam hal ini gue ngomongin album ya, bukan merchandise.

.

Ketika kalian melihat idol kalian sedang bernyanyi, menari, tampil di atas panggung sambil meliuk-liuk sexy hingga kalian jejeritan (nulis sambil mikirin Kang Daniel di Open Up). Gimana perasaan kalian? Mari kita generalisasikan menjadi perasaan senang, terhibur.

.

Menjadi idol adalah suatu pekerjaan. Apa yang mereka hasilkan? Selain musik, tentu saja penggemar yang mendukung pekerjaan mereka.

.

Kita umpamakan idol adalah pedagang bakso keliling (ya lu bayangin aja dah Jeon Won Woo dorong gerobak dari monas ke pasar senen), bakso dagangan Wonwoo adalah albumnya, dan orang kelaparan yang makan bakso adalah penggemar atau penikmat musik.

.

Untuk membuat bakso, tentulah melewati berbagai proses. Wonwoo harus bangun pagi-pagi untuk belanja ke Pasar dan membeli bahan. Sama halnya dengan musisi yang membeli lagu dari seorang komposer. Kemudian menggiling daging, membentuknya bulat-bulat. Belum lagi memotongi daun bawang dan memblender cabe untuk dijadikan sambel. Bisa kita umpamakan dengan persiapan mereka menggarap album yang meliputi proses rekaman, pembuatan koreografi, dll.

.

Do you get it?

.

Ya gue di sini bukannya mau menghasut kalian untuk selalu membeli album. Ya lo gila, gue sendiri ya enggak mungkin mampu tiap ada bias comeback selalu beli album. Tapi kalo lo masih mikir beli album itu buang-buang duit, mending dipikirin lagi.

.

Maksud gue untuk idol yang bener-bener lo dukung dari cara dia ngupil sampe nyanyi pake nada delapan oktaf. Yang lo cintai sampe bikin lo berangan-angan untuk membangun rumah tangga bersamanya kelak. Mereka jelas memberi lo kebahagiaan bukan?

.

Nah, dengan beli album, setidaknya itu adalah cara kita memberi feedback atas upaya mereka. Iya, gue tau oppa enggak tau lo ada. Tapi sebagai seorang musisi, mereka pasti seneng kalo musik mereka didengar dan diapresiasi. Itu tujuan utama mereka merilis album. Menghasilkan uang melalui musik. Sama kayak tukang bakso yang berharap dagangannya lo beli agar dia bisa tetap menyambung hidup.

.

Ini untuk kalian semua yang menghujat suka Korea cuma buang-buang duit. Dan gue enggak ada maksud sama sekali untuk menyombongkan diri. Gue beli album seumur hidup juga cuma dua kali hahaha. Tapi gue menyingkirkan pikiran buang-buang duit itu.

.

Produksi album bukanlah hal yang gampang, apalagi ini dunia K-Pop yang selalu menuntut semuanya untuk digarap secara sempurna. Ya lo tau sendiri kan K-Netz nyinyirnya kayak apa?

.

Begitu pula dengan konser. Kenapa mahal? Pertama sewa tempat, biaya pesawat, teknisi, security, efek panggung, property, capeknya artis yang kurang lebih tiga jam nyanyi, dll. Ana rega ana rupa lah lek jarene wong jowo.

.

Ya kalo lo emang niat dan ada duit, silakan beli. Tapi kalo enggak ada ya jangan memaksakan diri gitu lah intinya. Dahulukan juga kebutuhan primer, karena album tergolong kebutuhan tersier.

.

Kalo lo masih bingung, lo inget aja dah teori pedagang bakso yang udah gue jelasin di atas. Salam yeorojwo! Otaknya yang diyeorojwo biar pola pikirnya terbuka, tidak mampet seperti pembuat meme yang mengatasnamakan komedi untuk menjatuhkan suatu pihak 🙂

Iklan

4 pemikiran pada “Suka Korea Cuma Buang2 Duit?

  1. Gue setuju sama lu, tapi sebenarnya gue juga gitu awalnya karena doktrin-doktrin yang kadang bikin gue kesel minta ampun. sampa ada yang bilang impian gue itu buruk karena gue suka korea, So. gini. ortu gue terutama Ayah awalnya emang ngelarang keras gue suka Korea atau Jepang. Tapi setelah dia lihat usaha gue selama ini karena gue nunjukin ke Ayah kalau motivasi gue bukan cuma Allah dan keluarga tapi ada motivasi lain juga yang bikin gue semangat sampe gue nyelesaiin tugas akhir gue dengan judul yang ada Korea Selatan nya. Akhirnya, Ayah gue bilang. “Maaf kalau Ayah ngelarang dulu. Karena Ayah takut kamu lupa sama kewajibanmu.”

    Intinya juga, boleh suka tapi jangan lupa kewajiban kita. Itu aja kuncinya walaupun ortu ngelarang keras. Aku selalu berprinsip, nggak bisa harus belajar dan usaha. Soalnya, orang lain bisa kenapa aku nggak bisa. Maaf kalau terkesan ambisius, tapi apa salahnyakan kalau kita berusaha 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    • jadi kpopers memang enggak segampang kelihatannya. banyak banget yang harus kita korbankan meski segala sesuatunya enggak ada yang pasti.
      kalau udah jadi kpopers, kpop bukan cuma genre musik, tapi juga jadi gaya hidup. perlahan kita berubah, beda dari orang lain. gue sendiri sih ngerasa kayak gitu. andai enggak suka korea, enggak mungkin kali ya kenal dunia tulis menulis, desain grafis, bahkan bisa bahasa inggris dan melek teknologi pun karena jadi kpopers.

      Disukai oleh 1 orang

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s