Dialog Antara Manusia dan Malaikat

cotton_candy_land_by_xtarfizh-d2xoig8

Suatu hari aku bermimpi pergi ke surga ditemani seorang malaikat dan ia menunjukkan keadaan di tempat tersebut. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja yang penuh dengan malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, “Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Tuhan diterima”.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan kudapati para malaikat yang begitu sibuk memilah-milah permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikatku berjalan lagi melalui koridor yang panjang. Sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikatku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya.”

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena banyak sekali permohonan yang diminta dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat membuatku terkejut, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apapun.

“Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih.” kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?” tanyaku.

“Menyedihkan,” Malaikatku menghela napas. “Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih.”

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?” tanyaku.

“Sederhana sekali, cukup berkata, Terima kasih, Tuhan.”

“Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri?” tanyaku.

Malaikatku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.”

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.”

“Dan jika engkau membaca pesan ini dari media apa saja, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.”

Juga, “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan, engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.”

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat, maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia.”

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan, maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.”

“Jika engkau masih bisa mencintai, maka engkau termasuk orang yang besar, karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun.”

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan mereka yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.”

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa engkau lebih diberkati dari pada lebih dari dua juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali.”

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-temanmu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua.

“Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu.”

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.

“Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugrah-Mu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi.”

– I’m not owner of this story –

2 thoughts on “Dialog Antara Manusia dan Malaikat

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s