My Childish Boy

Author: Mingi Kumiko

Cast: Oh Sehun and you

Genre: Fluffy  romance.

Leght: Ficlet

Rating: Teen

free-childish boy

Hari ini rumah sangat sepi, ayah sedang bekerja, sedangkan adikku sedang ada di rumah ibu. Orang tuaku sudah berpisah, aku ikut ayah, dan adikku ikut ibu. Sungguh hal yang membuatku selalu merasa bosan tiap sore hari!

 

Bermian laptop memang menyenangkan, tapi hal yang menyenangkan akan terasa membosankan jika kaulakukan secara rutin, right?!

 

Perutku terus saja berbunyi. Aku lapar. Lalu, apa peduliku? Menahan lapar juga bukan hal baru untukku ‘kan?

 

Ting tung!

Terdengar suara bel yang ditekan seseorang. Kugerakkan kakiku menuju pintu untuk dibuka. Setelah pintu kutarik, terlihat Sehun –pacarku– sudah ada di depan pintu sambil tersenyum sangat manis.

“Hai!” ucapnya sambil melambaikan tangannya.

“Sehun, ada perlu apa ke mari?” tanyaku heran.

“Apa tidak boleh sekali-sekali aku main?”

“Bukannya begitu. Hm, bicaranya di dalam saja. Masuklah!”

“Permisi ya…”

 

Berhubung Sehun mengetuk dan masuk lewat pintu belakang, jadi ia terpaksa kusuruh duduk di lantai yang hanya beralaskan karpet. Tapi untunglah karpet itu lumayan tebal, jadi ia tidak akan seberapa merasa dingin. Semoga.

“Jadi, sedari tadi kauhanya berduaan dengan laptopmu?!” tegur Sehun.

“Hanya ini yang bisa kulakukan. Kau belum jawab pertanyaanku dengan jelas, ada perlu apa ke mari?”

“Ingin memarahimu! Kalau kausedari tadi cuma online, pasti belum makan. Ya ‘kan?”

“Tapi… di grup chat kaumasih online? Bagaimana bisa?” bingungku.

“Memang aku aktifkan facebook-nya. Supaya kau tidak mengira aku ke mari.” ujar Sehun. Apa? Walaupun dia offline pun, aku juga tak akan curiga kalau dia akan ke mari. Oh Sehun tolong, jangan berpikir kejauhan!

“Terima kasih sudah perhatian padaku.” ucapku singkat dan asal.

“Benar ya kaubelum makan?”

“Memang. Tapi biar sajalah! Sudah biasa, kok.”

“Tidak bisa begitu! Kauharus makan!” pekiknya.

“Maksudmu?”

“Ayo keluar, kita pergi ke kafetaria,”

“Tidak usah repot-repot.”

“Ayolah… sudah kubela-belakan ke mari, kauharus menuruti aku!” racau Sehun sambil melipat tangan, mengerucutkan bibirnya, dan mengalihkan pandangan dariku. Apa yang ia lakukan sangatlah lucu. Oops, ini bukan saatnya untuk gemas dengan apa yang ia lakukan. Aku harus membuatnya tidak marah lagi!

“Jangan marah, Sehunie… Iya, ayo pergi makan bersama!” bujukku.

“…”

“Sehun-ah… Maafkan aku,” aku terus saja merayunya dengan intonasi naik turun dan terdengar manja. Kugoyang-goyangkan lengannya agar ia mau menoleh ke arahku. Namun tetap, ia tak berkutik dan enggan menatapku.

“Ya sudah, aku ke kamar dan lanjutkan online saja!” kataku mulai malas meladeni Sehun yang sangat kekanak-kanakan. Nasib buruk berpacaran dengan anak bungsu di kelurga. Kuatkan aku, tuhan…

 

Ya! Don’t move from where you are! Keep stay here with me, babe!” Sehun menarik tanganku dan langsung merengkuhku dalam pelukannya. Pundakku ia gunakan untuk menopang  dagunya sambil tetap cemberut, dan kini ia gembungkan pipinya. Aku tidak bisa bohong, dia imut sekali!

 

Tangannya mulai nakal dan berani untuk melingkarkannya di pinggangku. Ia eratkan tangannya itu hingga terasa bagiku bernafas yang sulit.

“Maaf jika kau tak suka sikapku yang kekanak-kanakan…” ucapnya pelan.

“Aku baik-baik saja, Sehunie…” balasku sambil  mengelus pipinya lembut.

“Apa kauingin aku menjadi lebih dewasa?”

“Aku sangat ingin. Tapi… jika kekanak-kanakan adalah dirimu yang sebenarnya, aku tak akan memaksamu untuk berubah.”

“Aku akan berubah demi kau, sayangku,” Sehun mulai mengendurkan pelukannya pada pinggangku dan merubah arah duduknya. Kini ia mulai tak enggan lagi menatapku.

“Aku mencintaimu, aku khawatir jika kautelat makan…” katanya sambil mengelus rambutku dan mengacak-acaknya sedikit.

“Terima kasih. Kau yang terbaik!”

“Akan kuawali perubahan dari Oh Sehun yang kekanak-kanakan menjadi Oh Sehun yang dewasa  dengan apa yang kulakukan setelah ini.”

“Maksudmu?” aku bingung dengan maksud perkataan Sehun barusan.

“Kau tahu kan apa yang aku mau?” godanya, kemudian menyeringai licik. Baru kali ini dia yang seperti ini kulihat. Kucoba mencerna benar-benar apa maksud dan keinginan Sehun dari perkataannya barusan.

 

Saat sudah kutemukan sebuah kesimpulan, matakupun langsung terbelalak.

Kiss?” tanyaku. Tanpa menjawab terlebih dahulu, Sehun langsung memiringkan bibirnya dan memberiku ciuman mendadak, padahal aku belum sempat menarik nafas.

Haruskan kulakukan ini? Menghembuskan nafas di sela-sela ciuman yang sedang Sehun berikan. Tapi itu sangat tabu, aku tak mungkin memberi kesan buruk pada first kiss kami. Aku harus menahannya.

Breathe? What’s that you want?” seakan bisa membaca pikiranku, ia bertanya seperti tanpa melepas ciumannya yang dewasa. Tapi tidak, aku akan berusaha sekuat mungkin demi kau, Sehun!

Ia terus melumat bagian bawah bibirku dan sesekali gigi kami bergesekan.

Please give me a response for my kiss,” pinta Sehun. Kuturuti keinginannya dengan lebih membulatkan bibir dan membiarkan mata ini terpejam.

 

Sehunpun melepas ciuman itu. Kurasakan sedikit tersisa ludahnya di sekitar bibirku. Baru kali ini aku merasa sangat kotor. Ayah, ibu… Maafkan aku, lelaki di hadapanku ini terlalu menggoda dan susah kutolak.

“Ciuman pertama kita sangat manis,” ucap Sehun.

“Kau sangat ahli!” timpalku.

“Aku sama sekali belum menyentuh lidahmu.”

Hassh! Apa yang kaupikirkan? Cukup!”

“Kekeke… In fact, I don’t believe in what I say too.

I will learn to love the new Oh Sehun.

Thank you sweety, love you!

 

| END |

Woooo!!! Udah berapa tahun(?) kiranya aku ngga posting di blog? Abis, males dan ngga punya ide sih…
FF ini dengan spontan aku ketik setalah pulang les, pengalaman temen sih, tapi ya ngga sefrontal seperti di FF ini. Dia cuman bilang pacarnya manja dan sangat perhatian. Sumpah, itu aja!

No sequel, suerr! Silahkan berkomentar, yang mau dan dengan ikhlas saja.

Makasih! ^^

4 thoughts on “My Childish Boy

  1. LELY~~~ Masih inget aku apa enggak nih Lel? #kenapa mendadak jadi sok akrab gini?
    Cih, si Sehun sok imut banget sih! KAN JADI SUKA SAMA SEHUN! #santai mbak!
    Ah, kalo pacarnya menggoda (?) kayak Sehun siapa yang bisa nolak dia manja manja ke kita coba? beruang grizzly-pun (?) rela dimanja manjain sama Sehun yang cute-nya ngalahin bayi kucing~
    AAA~~~ Keseharian banget itu pacaran sama laptop, jadi merenung (?)
    Eh, Kucingnya gak ikut main peran ya? lucyu loh kucingnya~~~~
    Niatan untuk ngajak makan berbuah manis~
    SWEET BANGET AAAA~~~~ #heboh sendiri
    Oke, sepertinya ini sudah lumayan melampaui batas kemiringan saya, saya harus undur diri sebelum makin ngaco dan malah curhat sepanjang cinta kasih Chanyeol padaku
    PYEONG~~~~ CHU~~~~ /apa apaan ini?!/

    Suka

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s