Taxi Fares

Author: Mingi Kumiko

Genre: Fluff /again/ -.-“

Cast: Choi Jin Ri [f(x)], Byun Baek Hyun and Park Chan Yeol [EXO-K]

Rating: T

Note: Sequel of Because Your Good Looks ^^

taxi fares

“Harganya 65.000, nona…” ucap kasir tampan itu sambil tetap tersenyum sangat manis.

M-mwo? Mahal sekali! Uangku cukup tidak ya? Aku pun memeriksa dompetku. Pas hanya 65,000. Bagaimana ini? Nanti aku pulangnya naik apa? Aku harus cari alasan apa agar aku bisa tidak jadi membeli DVD ini?

Pertama, aku bisa saja mengaku uangku hilang ketika aku belanja di toko jepitan rambut. Lalu izin keluar untuk mencari uangku dan tidak kembali.

Kedua, beralasan ingin ke toilet kerena mendadak bocor. (haid)

Ketiga, pura-pura mati!

Andwae!!! mana bisa seperti begitu! Ya sudahlah, bayar saja. Dasar aku ini bodoh, kenapa tidak membawa uang lebih ketika ke mari? Wajah tampan lelaki ini sudah membuatku kehabisan uang, huh!

“Ini uangnya..” Aku menyerahkan uang terakhirku itu.

Kamsa hamnida.. jangan lupa datang lagi lain kali!” Balas lekaki itu. Dalam hatiku, TIDAK AKAN AKU MENDATANGI TOKO DVD MENYEBALKAN INI LAGI!

 

Aku pun berbalik dan menatap lekat lelaki itu lagi. Ia tersenyum ketika menyadari aku yang berbalik dan menatapnya.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya lelaki itu dengan senyuman menghiasi wajahnya.

“Bisakah kau sebutkan namamu?”

“Namaku Park Chan Yeol, namamu siapa?” lelaki itu balik bertanya dengn nada suara yang kelewat lembut.

Dia… dia menanyakan namaku? Hey! Benarkah?

“Aku? Aku… Jinri. Choi Jin Ri!”

“Salam kenal Jinri, datang lagi ya lain kali…” katanya. Tuhan… kenapa kau ciptakan lelaki seramah Park Chan Yeol? Walaupun memang itu tuntutan pekerjaannya, tapi sungguh, aku benar-benar bisa merasakan aura tulusnya saat tersenyum.

“I… Iya… Chanyeol-ssi… Sampai jumpa lagi!” ucapku seraya melambaikan tanganku saat hendak meninggalkan toko DVD ini.

 

Ketika aku sudah sampai di pintu keluar mall dan berniat mencari taxi, mendadak saja aku teringat kalau uangku benar-benar habis. Sial! Ayah sedang ada tugas di luar kota pula! Siapa yang akan kumintai tolong untuk menjemput?

 

Kugeledahi tasku dengan sangat teliti, barang per barang kuperiksa, siapa tahu saja ada uang tersisa. Dan, bingo! Segala puji bagi tuhan… kutemukan uang 50.000 yang terselempit di plastik tissue-ku.

Tapi… ini masih kurang😦

“Permisi, nona…” mendadak saja ada panggilan yang sepertinya tertuju padaku. Aku pun menoleh ke samping. Kulihat seorang lelaki berkulit bersih, namun tak terlalu tinggi sudah ada di hadapanku.

“Anda memanggil saya?” tanyaku.

“Iya. Saya mau tanya, Jalan Renaissance itu dilewati bus atau tidak ya?”

“Jalan Renaissance? Di sekitar sana tidak ada halte. Bisanya cuma naik taxi.”

“O begitu ya, terima kasih.” ucap lelaki itu, lalu ia berdiri tegak di sebelahku.

“Anda berniat menghadang taxi, kah?” tanyaku ingin tahu.

“Iya. Nona juga?”

“Antara iya dan tidak,”

“Maksud nona?”

“Maaf ya aku curhat sedikit, tadi aku sedang asyik berbelanja, saat memasuki toko DVD, ada DVD film idolaku yang tak sempat kutonton, jadi aku beli. Ketika akan membayar, ternyata harga DVD itu sangat mahal. Jadinya, aungku tidak cukup untuk pulang. Dan sekarang aku bingung harus bagaimana…”

“O begitu. Nona tinggal di mana?”

“Jalan Unicorn.”

“Dekat dengan Jalan Renaissance, nggak?”

“Sebelum jalan Renaissance itu Jalan Unicorn.”

“Kalau begitu, kita naik taxi yang sama saja, akan kutambahi kekurangan uangmu. Bagaimana, nona?” tawar lelaki itu.

“Be… benarkah?” suasana hatiku yang awalnya muram sontak berubah gembira tatkala mendengar tawaran halus lelaki itu.

“Aku serius.” katanya.

 

Ia pun menghadang taxi yang lewat, kemudian dibukanya pintu taxi itu dan ia pun mempersilahkanku ikut masuk juga.

“Jalan Unicorn, pak!” kata lelaki yang belum kukenal ini.

“Terima kasih ya. By the way, nama anda siapa?” tanyaku. Untuk pertama kalinya, dalam kurun waktu tak lebih dari satu jam, aku menanyakan dua nama lelaki sekaligus!

“Namaku Byun Baek Hyun. Kau?” ia bertanya balik.

“Aku Choi Jin-ri.” jawabku.

“Aku panggilnya Jin-ri saja ya? Kau juga bisa panggil aku Baekhyun.”

“Oke, Baekhyun!”

 

Selama di perjalanan, aku hanya berdiam-diaman dengannya. Oooh… aku sangat membenci situasi ini.

“Apa kau tinggal di Renaissance?” tanyaku membuka pembicaraan.

“Tidak, itu rumahnya temanku. Aku ada perlu, tapi tadi pagi aku lupa bertanya rute jalannya. Aku kan juga baru tinggal di Seoul.”

“Memang sudah berapa lama di Seoul?”

“Masih baru 2 bulan, kok!”

“O begitu ya…”

 

“Sudah sampai jalan Unicorn.” ucap si supir taxi.

“Baiklah. Baekhyun, terima kasih ya sekali lagi. Karena kau aku bisa pulang.”

“Sama-sama. Semoga kita bertemu di lain waktu ya?”

“Iya, semoga. Bye~”

 

Untung saja ada lelaki imut bernama Byun Baek Hyun itu. Kalau tidak, mungkin sampai malam aku masih menangis di depan mall karena tak kunjung menemukan orang baik.

 

Oh iya. Kenapa aku tak menanyakan ID Line atau KakaoTalk-nya tadi? Jinri bodoh! Ah, menyebalkan!

 

| END |

 

9 thoughts on “Taxi Fares

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s