Serigala yang Jatuh Cinta Pada Gadis Berkerudung Merah

kaistal-kagaminetwinscosss

Author: Mingi Kumiko –Miku14

Cast: Kai & Krystal

Genre: Fantasy, romance, songfict, etc.

Leght: Oneshot (1,155 words)

Rating: General

Note: Kalo bisa copas ini FF, di-print, terus kasihin ke mama, minta dibacain buat dongeng pengantar tidur xD *tabok*

Summary:

Aku ingin bertemu dan menyentuhmu,

Aku ingin berbicara namun itu tidak mungkin

Kamu yang lemah dan aku yang licik

Pertemuan kita mengisyaratkan akhir cerita ini

Betapa kejamnya kita telah dikutuk,

Takdir kita tidak akan pernah berubah

Ah, mengapa kamu dan aku ada di sini?

Serigala dan gadis berkerudung merah..

***

 

Hari ini, ketika matahari belum begitu menyinarkan teriknya, dan tingginya baru sepenggalah. Perutku terasa mendapat hantaman knock out. Aku lapar. Sudah tiga hari aku tak menikmati sarapan. Sungguh, itu sangat membuatku kesal!

 

Aku berjalan perlahan, mencari sesuatu yang bisa kumakan di hutan yang berkali-kali direboisasi ini. Aku celingukan seperti serigala kurang kerjaan.

 

Dari kejauhan aku melihat warna merah yang melintas menuju ke mari. Aku terus saja mengamatinya, kubiarkan matahari yang belum bersinar maksimal itu memantulkan bayanganku. Si warna merah itu sepertinya melihat gelagat dan bayanganku. Ia pun berlari dengan raut ketakutan.

 

Tanpa memperdulikan rasa takutnya, aku melesat, berlari mengejar si merah. Aku tak kuat menahan rasa lapar. Ia harus jadi santapanku!

 

Yang kupikir saat ini, dia mengambil jalan pintas untuk menghindariku. Ia tahu keberadaanku.

Apa ini saatnya untuk merubah diriku agar lebih mudah mendapatkannya? Ya, kurasa itu lah yang harus kulakukan saat ini.

 

Aku berhenti berlari, kupusatkan seluruh pikiranku pada satu arah, berkonsentrasi agar perubahanku sempurna.

Taddaaaa!

Jadilah kini. Diriku, manusia serigala yang sangat menawan bernama Kai.

 

Aku pun merubah gerakan kaki, yang awalnya berlari menjadi berjalan tenang dan dingin. Kupergunakan hidungku untuk mendeteksi keberadaan gadis itu.

 

Kurasa serigala itu sudah tidak ada, kuharap sekarang adalah situasi yang aman untukku. Terdengar sebuah bisikan lembut dengan nada khawatir dari balik pohon itu. Bingo! Si kerudung merah yang kuincar. Aku segera menghampirinya. Kuperhatikan ia dari belakang, yang terlihat hanyalah kerudung merahnya yang sangat panjang.

 

Ia berbalik, gadis itu pun terkejut melihatku. Lelaki keren yang entah darimana datangnya.

“Astaga!” kagetnya dan sejenak membelalakkan matanya. Kutatap sekilas wajahnya itu, terdapat tahi lalat kecil di sebelah kanan pipinya. Wajahnya cantik juga.

“Kau… kau siapa?” tanyanya terbata-bata. Sebelum aku menjawab, kudekatkan wajahku untuk menatapnya, kemudian menyunggingkan senyum sebelah bibir.

“Bisa kah tidak terlalu dekat? Jauhkan wajahmu itu!” pintanya, namun tak kuturuti.

“Namaku Kai, kalau kamu?”

“Namaku… Krystal.” jawabnya gugup.

“O, bagus juga namanya. Sedang apa di sini? Sendirian pula.”

“Aku tadinya mau mengantar roti ini ke rumah nenekku. Tapi tadi…..” gadis yang kini kutahu bernama Krystal itu menggantungkan perkataannya.

“Tadi kenapa?” tanyaku ingin ia melanjutkan perkataannya.

“Aku melihat serigala. Aku takut. Tapi bagaimana, kalau tidak sampai ke rumah nenek, ibu akan memarahiku.” gadis itu kemudian melinangkan buliran air matanya.

 

Heyy, apa-apaan ini? Kenapa dia malah membuatku merasa hina? Ia seperti mengingkari ketentuan tuhan. Bukannya sejak pertama kali diciptakan, serigala memang harusnya makan daging? Baiklah, Kai… kali ini kau harus sabar, gadis yang cantik sudah pasti dagingnya lezat. Tinggal tunggu waktu saja.

 

“Kasian sekali. Bagaimana kalau pergi ke rumah nenekmu kuantar saja? Kujamin kau akan terhindar dari serigala.” ucapku meyakinkannya.

“Benarkah seperti itu?” tanyanya ragu.

“Apa wajahku yang tampan ini berbohong?” balasku, dan lagi-lagi menatapnya lekat-lekat.

“Ya sudah. Tolong bantu aku……. Kakak,” pintanya lantas menggandeng lenganku erat. Benar-benar seperti balita yang butuh lollipop.

 

Kami pun berjalan menyusuri hutan dengan hanya berdiam-diaman. Sungguh tidak lucu, namun terlihat sama-sama bodoh.

“Kakak tinggal di mana?” tanyanya membuka pembicaraan setelah gembok diam diantara kami terkunci sangat rapat. Dan pertanyaan itu… Aduh, mampus aku! Harus jawab apa sekarang?

Emmmm… aku tinggal di… ya pokoknya lumayan jauh dari hutan ini.”

“Daerah mana? Kenapa bajumu aneh, jarang lho orang pakai jubah kalau bukan siluman di film-film bioskop.” Siluman? Aku tak salah dengar, ia menyebut kata ‘siluman’!

“Kau mencurigaiku siluman, dik?” tanyaku.

Um, tidak, tidak! Mana mungkin siluman ada, itu kan hanya di dunia fiksi.”

“Ya, kau memang pintar. O iya, memangnya setakut apa kau sama serigala?”

“Takut lah! Kalau aku dimakan dan tidak bisa bertemu ibuku? Aku juga masih muda.”

“Hahaha… kau ini memang gadis yang sangat polos.”

 

“Kita hampir sampai, aku bisa pergi, kan?” ucapku mencoba melepaskan dekapan tangannya di lenganku. “Aaaaaa~ jangan! Aku masih takut.” jawabnya menolak dengan manja. Sungguh, gadis ini sangat manis. Aku jadi tidak tega memakannya.

“Terus bagaimana?” aku bertanya lebih lanjut.

“Temani aku sampai rumah nenek.”

“Ya… baiklah! Ayo lanjutkan jalannya.”

 

“Dik, apa setiap hari kau lewat sini?” tanyaku pada Krystal.

“Tidak tentu, tapi akhir-akhir ini kondisi nenek sedang drop, jadi tiap hari aku harus mengantarkan makanan ke rumahnya.” jawab Krystal dengan polosnya. Aku hanya membalas anggukan pertanda mengerti.

“O iya, kak.. Mau tidak jadi pelindungku terhadap serigala ketika aku menyusuri hutan ini?” tanya Krystal dengan wajah berharap. Aku berpikir keras. Aku kan serigalanya, masa dia minta perlindungan pada seseorang yang akan membahayakannya? Sangat tidak logis!

Eeeee… Iya, deh!” jawabku sedikit ragu.

“Beneran? Terima kasih, kak.. Besok kau pasti datang, kan?” ucapnya girang. Aku hanya mengangguk.

Baiklah, Dik Krystal. Senanglah dulu sebelum kau kusantap.

 

***

Esok datang, hari ini Krystal juga akan datang. Mengharapkanku menjadi pengawalnya, terhindar dari serigala yang ia anggap membahayakan.

Ia gadis yang lugu dan tak memiliki noda kotor di hatinya. Insting-ku juga melihat, di matanya tak ada sorot kebencian. Makhluk macam apa aku yang tega mengelabui gadis sebaik dia? Tidak, ini tak boleh terjadi. Aku memang bisa berubah jadi manusia, tapi… bukan seperti itu cara yang harusnya kugunakan untuk mendapatkan mangsa.

Siasat serigala yang benar adalah menerkam lalu mengoyak, bukannya berubah menjadi wujud lain.

 

Tapi pertemuan itu membuatku memiliki perasaan aneh, rasa yang seharusnya haram untuk kumiliki. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan yang kucintai adalah manusia.

 

Kemarin malam aku tak bisa tidur, aku terus berharap waktu dipercepat agar bisa segera bertemu dengan Krystal.

 

Selang waktu kemudian, Krystal datang. Dandanannya tetap sama, memakai kerudung merah. Ia berdiri dengan keranjang di tangannya. Celingukan, menengok kanan-kiri. Aku yakin seratus persen, ia tengah menunggu Kai. Seseorang yang telah dipanggilnya kakak.

 

“Kak Kai… Kamu di mana?” teriak Krystal mulai gusar karena Kai tak kunjung datang.

“Kak Kai… Jangan sembunyi, bukannya kau sudah janji akan melindungiku agar tak dimakan serigala? Keluarlah! Aku buru-buru… Nenekku sudah menunggu!” teriaknya lagi dengan kalimat yang lebih panjang.

 

Krystal… Asal kau tahu, Kai tidak pernah sembunyi. Ia menepati janjinya, ia melindungimu dari terkaman serigala. Ia sudah berusaha keras mengendalikan nalurinya untuk memakanmu. Hanya saja, ia tak ingin kau tahu tentang hal itu.

 

Aku bersembunyi di balik pohon besar, agar gadis manis yang kucintai itu tak melihatku. Kupandangi ia, kaki jenjangnya mulai mengendur, ia merobohkan dirinya. Dikeluarkan lah air mata itu hingga ia bisa menutupi rasa sakit di hatinya. Ia menangis sejadi-jadinya, bertanya-tanya,

Mengapa pemuda bernama Kai itu sangat jahat dan tebilang bajingan?

Mengapa ia berjanji kalau tak bisa menepati?

Mengapa Kai harus menyakiti hatinya dengan membuat pipinya basah oleh air mata?

 

Krystal… Kalau kau tahu pemuda yang kau temui kemarin adalah seseorang yang licik dan menyusun siasat untuk membinasakanmu, apa kau masih akan membuang air mata untuk menangisinya?

 

Aku ingin berada di sisimu saat kau menangis

Namun tangan yang kujangkaukan gemetaran

Aku mencintaimu dan ingin memelukmu, namun

Aku tahu tak akan pernah bisa

Sebarapa keras pun aku berjuang dan berdo’a

Cakar dan taringku tak ‘kan pernah menghilang

Maka tunggulah diriku ini hingga tangismu berhenti

Aku pasti akan berada di sisi pohon itu..

 

 

 

end-logobyme

 

Terinspirasi dari salah satu video Vocaloid >> Ookami wa Akazukin ni Koi wo Shita <<

Lirik terjemahan diambil dari Anime and Jpop World

Makasih buat miminnya ^^v

Huohoho~ lagi-lagi bikin songfict. DAISUKI NIPPON!!!

Mereka sumber inspirasi sejati banget lah..

11 thoughts on “Serigala yang Jatuh Cinta Pada Gadis Berkerudung Merah

  1. aku bingung 0.oa
    kamu suka KAISTAL apa enggak sih ‘~’)?
    #what ever lah -_- 😀

    Hai,aku readears baru ^^
    lel,kapan kapan buat ff krisber dong ,hehehe aku krisber Armada soalnya :3
    #plakk,

    Suka

  2. Aku readers baru, Aku Arcadians #gatanya hehe😄
    Ga sengaja nemu FF KaiStal disini, itu endingnya duh.. buat sequel buat sequel peliiss #maksa😄
    Buat FF KaiStal lebih banyak dan banyak lagi ya eon :3

    Suka

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s