Since I Was A..

Author: Mingi Kumiko

Cast: Krystal Jung, Lu Han

Genre: Fluff, romance.

Leght: Vignette

******

Aku mengajak jalan-jalan anjingku di sekitaran taman. Ia berlari begitu cepat dan riang, suatu kebahagiaan bagiku. Itu artinya aku sudah benar dalam mengurusnya. Dia sehat!

 

Kurasakan hembusan angin sore hari yang menenangkan dan membuatku melamun. Tiba-tiba tali yang aku genggam terhoyak, benar dugaanku, anjingku terlepas. Sekarang dia lari entah kemana. Aku berusaha mengejarnya dengan berlari sekuat tenaga bagaikan buronan.

“Ichi, tunguuu~ jangan lari!!!” Teriakku kencang, walaupun aku tahu ia tak akan tahu apa yang aku bicarakan. Kecuali jika ia anjing siluman. Disaat ini aku benar-benar mengharapkan itu terjadi. Aku lelah berlari mengejarnya, aku ingin dia tahu kalau aku tidak menginginkan kaburnya! Bodoh sekali aku, kenapa bisa melamun dan mengendorkan genggaman tali Ichi.

Aku telah berkeliling sekitaran taman, tapi Ichi tak kunjung ketemu. Kemana dia, kalau sampai hilang kan sayang. Sudah berupa juta yang aku keluarkan selama 3 tahun merawatnya? Kalau hilang dengan cara sekonyol ini, sekali lagi aku bilang.. sayang!

“Haha, anjing lucu.. Siapa namamu?” tiba-tiba saja aku mendengar seseorang bernada lembut sedang tertawa geli. Anjing? Jangan-jangan itu Ichi! Segera saja aku berlari menuju sumber suara itu.

Setelah kurasa sampai, terlihat seorang pria berkulit putih bersih sedang bermain dengan Ichi. Ichi menjilati pipi tirus lelaki itu.

“Ichi!” panggilku dan menghampiri dimana Ichi berada –di pangkuan pria muda itu.-

“Bisakah kau kembalikan anjing itu padaku, he is mine!” Kataku. Seketika lelaki itu menoleh ke arahku dengan tatapan tanpa dosa. Omo~ dia bidadara! Why so handsome?

He is yours? Aku menemukannya sendirian di taman ini.” Balas laki-laki itu.

“Iya, aku tidak sengaja melepas talinya.”

“Lain kali hati-hati. Ini, aku kembalikan dia. Jangan ceroboh lagi!” Ujar laki-laki itu. Kenapa sekarang dia malah menasehatiku?

“Terima kasih..” Ucapku sambil membungkukkan badan ke arah laki-laki itu.

“Iya, sama-sama. Aku pergi dulu ya, dah..” Kata laki-laki itu terlihat buru-buru dengan tatapan mata tertegun dan melambaikan tangannya kecil. Apa yang terjadi dengannya, kenapa sifatnya labil, suka berubah-ubah seperti itu? Aneh!

Oh iya, aku kan belum tahu namanya.

“Hey, siapa namamu?” Teriakku dan berharap dia mendengar dan menjawabnya.

“Lu-Lu Han!” Jawabnya sedikit gagap. Luhan? Nama yang lucu.

Malamnya..

 

Aku terus saja kepikiran sosok lelaki yang tadi sore aku temui di taman. Lelaki yang telah mengembalikan Ichi –anjing kesayanganku- padaku.Untung saja ada dia.

Selain itu, aku juga tidak bisa lupa dengan wajah imut, sorotan mata, dan bentuk bibirnya yang benar-benar menggoda. Ia terlihat sangat lucu! Kurasa, aku menyukainya.

******

Aku terus saja berpikir dan penasaran tentang identitas lelaki bernama Luhan itu. Aku juga ingin tahu kenapa ia tak ingin ngobrol sebentar denganku dan seakan buru-buru. Apa aku terlihat menjijikkan, ah, kurasa tidak!

“Krystal-ah!” Sapa Luna sambil menepuk pundak Krystal.

“Oh, Luna. Ada apa?” Tanyaku.

“Harusnya aku yang bertanya. Kenapa saat pelajaran kau berkali-kali tidak konsentrasi, kau membuat Qian sonsaengnim naik darah!”

“Begitukah? Aku tidak sadar.”

“Kau ini sebenarnya kenapa, sih?

“Boleh aku jujur, sebenarnya aku sedang suka seseorang. Mangkannya aku stress.

“Kalau jatuh cinta kenapa malah stress?

“Aku bingung mencari identitas lelaki yang kusuka. Sepertinya ia adalah lelaki pemalu. Saat akan kuajak kenalan ia lari.”

“Hahaha, mungkin dia tidak kuat melihat matamu yang tajam dan mematikan.”

“Mungkin..”

“Siapa namanya, kau tahu, kan?” Tanya Luna.

“Aku mendengarnya, sih, Luhan..” Jawabku.

“Luhan? Seperti aku pernah dengar. Kenapa firasatku buruk ya? Apa dia orang China?”

I don’t know.. Tapi dari nama sepertinya iya.”

“Qian sonsaengnim juga dari China. Siapa tahu mereka kenal!”

Aigo, Luna-ya.. Kau pikir yang dari China cuma mereka berdua apa?”

“Mencoba apa salahnya, mari kita tanya, aku temani!”

“Oke..”

Sampailah kami di dengan ruang guru, kami mengetuk pintu meminta izin untuk masuk. Setelah diizinkan kami berdua menghampiri meja Qian sonsaengnim untuk menanyakan tentang Luhan.

“Krystal, Luna. Ada keperluan apa kalian kemari?” Tanya Qian sonsaengnim dengan pandangan lurus ke laptop tanpa memperhatikan aku dan Luna.

Sonsaengnim.. aku ingin bertanya sesuatu. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliahmu, sih..” kata Luna.

“Tanya apa?” Balas Qian sonsaengnim.

“Apa anda kenal dengan pemuda bernama Luhan?” Sahutku.

“Luhan, lelaki berkulit putih susu dan berwajah baby face itu?” Aku sontak terkejut ketika ciri-ciri yang Qian sonsaengnim sebutkan tentang Luhan itu sama dengan aslinya. Kenapa bisa beliau benar?

“Iya, bagaimana sonsaengnim bisa tahu?”

“Dia adik kelasku di China dulu.”

“Sungguh? Jadi anda kenal dengannya?”

“Ya..”

“Bisakah kau membantuku, beritahu aku identitasnya. Aku ingin bertemu dengannya.”

“Ada urusan apa kau dengannya?”

“Sebenarnya, aku suka dengannya.”

“APA??!!” Seketika Qian sonsaengnim terbelalak ketika mendengar kalimat terakhirku.

Why, sonsaengnim?” Aku menanyakan reaksi beliau yang membuatku heran.

“Jangan lakukan itu jika kau tidak ingin menyesal telah hidup!” kata Qian sonsaengnim dengan tatapan intens penuh misteri.

“Maksudnya apa?” Tanyaku gagap karena heran.

“Krys-ah.. kurasa Qian sonsaengnim otaknya sedang lelah. Jadi kurasa bahas hal ini lain kali saja. Ayo kita keluar.” Bisik Luna pelan di telingaku.

“Kami permisi, sonsaengnim..

.

.

“Maksudnya itu apa, sih? Tidak jelas sekali, huh!” Aku menggerutu sekeluarnya aku dari ruang guru terkutuk itu.

“Krys.. aku pernah dengan tentang lelaki yang kau maksud bernama Luhan itu, tapi aku lupa darimana..” Kata Luna.

“Kalau kau lupa jangan bilang. Beritahu aku kalau sudah ingat!” Balasku sinis.

******

Apa maksud dari semua ini? Kenapa menyukai Luhan sangat sulit. Dia bukanlah anak mainstream, jadi sangat sulit untuk tahu identitasnya.

Hingga suatu hari aku bertemu dengannya di bukit tempat wisata. Saat itu aku sedang berlibur bersama ayah, ibu, dan kakak perempuanku. Aku melihatnya tengah bersenda gurau dengan teman-temannya yang bergender sama. Tawanya riang memancarkan kebahagiaan yang ia rasakan.

Kemudian ia merangkul pundak salah satu temannya dengan erat sambil menatapnya dan tersenyum, membuatku membayangkan bagaimana jika aku yang ia perlakukan seperti itu. Pasti sungguh romantis.

Aku terlalu lama menatapnya, hingga membuat kesadaran timbul dalam benak salah satu kawannya. Ia mengisyaratkan yang menuju ke arahku kepada Luhan. Seketika aku malu, menunduk dan segera berlalu dari tempatku berpijak.

“Hey, nona! Jangan pergi dulu, Luhan ingin berkenalan!” Teriak salah seorang. Aku menghentikan langkahku sejenak. Apa, Luhan ingin berkenalan denganku? Aku berbalik arah dan menatap banyak lelaki yang sedang camping itu.

“Lihatlah, dia menoleh!” Seru temannya lagi. Hey, kenapa aku dipermalukan begini? Luhan yang harusnya jadi ‘pemeran utamahanya bisa diam dan menunduk. Dia itu kenapa, sih? Apakah dia alergi perempuan?

Aku terlalu malu untuk menghadap mereka, ah, sudahlah! Aku kembali ke tempat ayah, ibu, dan kakak saja.

.

.

Kami selesai menyantap perbekalan dari rumah. Aku merasa terlalu kenyang setelah memakan nasi dan lauk di piringku.

Eomma, aku belum lihat sungai yang katanya sangat jernih itu. Aku ingin melihatnya!” Ucapku langsung berdiri dan segera ke tempat tujuan sendirian. Aku malas mengajak kakakku, kerjaannya hanya tidur. Kalau tiba-tiba saja ia tertidur melihat keindahan sungainya kan tidak akan lucu.

Sesampainya aku di sungai jernih itu aku meresapi keindahannya. Beningnya sampai bisa membuat kita bercermin. Fantastic!

Eqhemb..” Tiba-tiba saja terdengar deheman dari seseorang di belakangku. Siapa ya kira-kira? Suaranya memang asing, tapi kurasa aku pernah mendengarnya. Aku membalikkan badan dan melihat siapa yang menciptakan suara itu. Dan dia adalah, Luhan? Angin apa yang membuatnya mendadak kemari. Apa tujuannya ingin menghampiriku?

“Luhan-ssi?” Kataku kurang yakin. Ia mengangguk setelah aku menyebut namanya.

“Oh iya, kita belum berkenalan. Namamu siapa?” Tanyanya dengan senyuman manis. Astaga, tuhan.. jangan biarkan aku pingsan detik ini juga!

“Namaku Krystal.” Jawabku membalas senyumannya.

“Namamu bagus.” Pujinya dan tersenyum lagi.

“Kau sedang apa kemari?”

“Awalnya aku ingin jalan terus, tapi melihatmu di sini aku jadi ingin menemuimu.”

“Menemuiku?”

“Iya..”

For what?

“Aku ingin memberimu ini.” Jawab Luhan lalu menyodorkan surat yang ia keluarkan dari saku celananya padaku. Aku mengambilnya dan melihati serius.

“Untukku?” Aku bertanya heran.

“Iya, untukmu. Bacalah nanti. Aku pergi dulu. Bye~” Luhan melambai-lambaikan tangannya kemudian berjalan maju untuk meninggalkanku. Sama seperti awal kita bertemu, tatapan dan sikapnya sama sekali tidak berubah.

Perasaanku kini mendadak aneh. Antara senang, deg-degan, penasaran, dan heran. Aku membuka surat itu perlahan lalu mulai membacanya.

Dear Krystal..

Namamu Krystal, bukan? Aku sudah tahu itu, walaupun sebelum kau membaca surat ini aku akan mengajakmu berkenalan. Itu hanyalah untuk basa-basi.

Aku tahu kau menyukaiku, dari tatapan dan mimik wajahmu ketika melihatku. Oke, ini memang terlalu percaya diri, tapi itu benar, kan?

Aku sudah biasa menghadapi yang seperti ini. Mengatasi wanita-wanita yang mengharapkan balasan cintaku. Tapi tak akan bisa. Dan kau termasuk dalam daftar itu.

Perlu aku ingatkan, lebih baik kau berhenti daripada tidak ingin menyesal telah hidup. Jangan pernah mencintaiku karena itu adalah kesalah besar karena aku adalah seorang GAY.”

 

end-logobyme

Oke, gue tahu banyak dari kalian atau mungkin semua yang baca endingnya akan sangat geram sama gue.. #jiah, kalo udah tahu bakal bikin geram napa masih dipost? GUE BONEK!!!

Jangan marah dulu~

Sebenernya, FF ini hanyalah ‘prolog’ dari sebuah project FF gue selanjutnya. Ada pesan moralnya kalo gue pikir-pikir.

Oke, yang udah baca.. Mohon untuk,, eeee.. gak jadi, deh! Terserah lo mau ngapain pas abis baca FF ini, CMIIW!!!🙂

n8n8n8

9 thoughts on “Since I Was A..

  1. Hai!!! *kibar2 boxer chanyeol (?)*
    udah brpa lama ya aku gak maen k sini? #dor xD
    tentang ff ini…
    ehmm…
    GAK RELAAAA!!! GAK RELAAA!!! GAK RELA LUHAN GAY!!! MENDING KMU SAMA KLE AJA!! *histeris*
    Jangan bilang pasangannya Sehun =,=
    AAKHH!! *pingsan (?)*

    Suka

    • Duh, eonnie so’uzon mulu sama aku. Nggak, ini nggak akan yaoi, kok.. Aku kan fan yg baik xD Eonnie emang lama ya gak maen2 ke sini, huhuhu~ welcome back yuaaah,, dan makasih udah comment #hug

      ________________________________

      Suka

  2. WANJIIRRR GAY X’D
    tapi udah kuduga sih wkwk
    padahal aku senang banget nemu ff ini, karena aku lustal shipper dan… ff mereka sangatttttt jarang-_- yeah, aku seneng pas liat ff ini apalagi pas “Hey, nona! Jangan pergi dulu, Luhan ingin berkenalan!” Teriak salah seorang” aww itu, aku… dan… uhm ngakak saat di ending xD
    tunggu, ini prolog? aku jadi berspekulasi, Luhan itu sebenarnya ngerjain kle? kkk
    ahh secepatnya lanjutin ne~ hahaha
    nice ff kkk keep going

    Suka

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s