#FF : The New Classmate [2/2]

temen kelas baru

Author : Miku14

Main Cast :

– Oh Se Hun

– Lee Areum

– Xi Lu Han

Genre : School life, friendship, romance, brothership

Rating : General

Part 1

*Summary*

Apa jadinya ketika Oh Se Hun menyukai seorang fangirl dari hyungnya, Luhan???

\(´▽`)/ \(´▽`)/ \(´▽`)/

Preview previous chapter :

Areum memasuki dorm EXO-K, ia benar-benar gugup.

Tanpa ia duga sebelumnya, ternyata member EXO-K benar-benar menyambutnya secara terbuka dan sedikit menggodanya.

Hingga akhirnya Areum membulatkan matanya ketika apa yang ia cari ada di depan matanya saat itu juga.

——

The New Classmate Part 2.

“Wah, ternyata fangirlku sudah datang!” seru seorang namja yang baru keluar dari sebuah ruangan. Aku diam membeku ketika melihat siapa yang berkata. i i i i tttuuu.. Luhan gege!!!

“Luhan-ssi..” panggilku setengah gagap dan hampir histeris.

“Ne, itu namaku.” jawabnya dengan senyuman sangat santai.

“Ayo ikut aku.” Ajak Sehun. Dan aku pun mengikuti langkahnya.

“Duduklah!” perintah Sehun menyuruhku duduk di sebuah sofa kecil yang ada televisi di depannya. Ruangan apa ya ini kira-kira, aku tak mengerti.

“Annyong Areum-ah..” sapa seorang namja yang tiba-tiba datang.

“Luhan gege!!” teriakku histeris.

“Ah ne, tidak perlu berteriak seperti itu saat membalas sapaanku.” balas Luhan gege dengan tertawa.

Mianhae, aku berlebihan. Tapi jujur saja aku sangat senang bertemu denganmu. Aku tidak pernah menyangka jika aku bisa bertemu denganmu. Aku sangat.. mengidolakanmu” seruku dengan wajah sangat gembira.

“Begitu kah?” tanya Luhan gege.

“Tentu saja gege, boleh aku berfoto bersamamu, jebbal..” aku memohon.

“Baiklah!” kata Luhan gege lalu mendekat kepadaku dan berpose dengan tanda peace lalu merangkulku.

Klick!

foto pun berhasil diambil.

“Xie xie, gege, aku senang sekali.” kataku sok berbahasa mandarin, walau pun aku tak yakin bahasa itu benar atau salah.

“Sudak kah bermesaraannya?” tanya Sehun yang tiba-tiba saja datang dari balik pintu.

“Kau cemburu Sehunie? Kemarilah, join with us!” kata Luhan gege. Sehun pun segera duduk di sebelahku.

“Sebenarnya aku yang menyuruh Sehun mengajakmu kemari.” kata Luhan gege.

“Mwo? Kenapa bisa?” tanyaku heran.

“Aku ingin tau secantik dan sehebat apa yeoja yang telah membuat Sehun bisa risau karena ia terlalu banyak membicarakanku di depannya. Ternyata benar, dia sangat cantik dan imut.” jelas Luhan gege.

“Sudahlah hyung, berhenti berkata yang aneh-aneh!” sambar Sehun dan aku hanya bisa terdiam kebingungan.

“Tapi benar kan Sehun-ah?” goda Luhan gege.

“Aku bilang berhenti hyung!” pekik Sehun dengan wajah sedikit kesal. Apa yang Luhan gege maksud, Sehun risau?

“Areum-ah! Boleh aku meminta nomor ponselmu?” tanya Luhan gege.

“Tentu saja boleh.” jawabku lalu memberi tau Luhan gege beberapa digit nomor ponselku. Senangnya idolaku yang meminta nomor ponselku. Ini semua karena Sehun aku bisa lebih dekat dengan Luhan gege. Oh Se Hun.. aku mencintaimu sebagai teman terbaikku!

“Baiklah, sudah selesai kan, Areum-ah mari ku antar kau pulang!” kata Sehun yang tiba-tiba berdiri dan beranjak dari kursinya dan mengajakku pulang. Sebenarnya aku masih tidak ingin pulang, aku belum berkenalan dengan member EXO lainnya tapi dia sudah mengajakku pulang. Apa boleh buat, dia kan yang mengajakku kemari.

“Ne, Sehun-ah.” jawabku dan mengikuti langkahnya dari belakang.

“Luhan gege, aku pulang dulu. Sampai jumpa di lain kesempatan. Annyeong..” ucapku ramah.

“Ne, annyeong..” balas Luha gege.

“Agassi, kenapa cepat sekali pulangnya?” tanya Kai yang duduk di sudut kursi ruang tamu.

“Mianhae, aku harus pulang sekarang.” jawabku sambil membungkuk.

“Kau akan kesini lagi kan?” tanya Kai.

“Jika Sehun mengajakku lagi.” Jawabku.

“Sehun-ah,sering-sering lah ajak dia kemari! Aku belum terlalu akrab dengannya!” ujar Kai. Tapi Sehun hanya bersikap dingin.

“Sehun-ah kau kenapa sih?” tanyaku padanya saat berada di mobil.

“Aku? Memangnya aku kenapa, aku tidak apa-apa.” jawabnya santai.

“Tapi kenapa sifatmu sangat dingin dari tadi, kau menyesal mengajakku ke dorm, aku mengacau, mianhae..” kataku sambil menahan air mata dan merunduk.

“Ayolah Lee Areum,t idak terjadi apa-apa kok!” kata Sehun meyakinkanku.

“Tapi sikapmu terlihat tidak senang ketika aku datang. Mianhae, jika aku tau aku mengganggu dari awal aku tidak akan mau ikut!” kataku, kali ini aku tidak bisa menahan air mataku, tiba-tiba air mataku pun jatuh. Sehun tiba-tiba memberhentikan laju kencang mobilnya.

Ia manatapku lalu mengangkat wajahku dengan tangannya. Ia menyeka air mataku dengan ibu jarinya.

Uljjima, aku kan sudah bilang tidak ada masalah apa-apa. Aku hanya tidak suka ketika Luhan hyung menggodamu!” ujar Sehun.

“Luhan gege yang menggodaku, memangnya kenapa?” tanyaku heran.

“Ah, sudah tidak usah kau bahas itu.” jawab Sehun dan kembali fokus menyetir. Omona~ dia mengusap air mataku dengan cara selembut itu. Tatapannya benar-benar maut hingga membuatku, mmm.. terpesona??

******

“Sehun-ah, kemarin aku baru saja mendapat foto Luhan gege bersama seorang yeoja, apa itu yeojachingunya?” tanyaku tiba-tiba.

“Molla.” jawab Sehun dingin.

“Ayolah jawab pertanyaanku, aku galau nih!” bujukku.

“Ya memangnya kenapa kalau Luhan hyung sudah punya yeojachingu, kau cemburu?” tanya Sehooun.

“Tentu saja!” jawabku spontan.

“Kenapa kau bisa cemburu?” tanya Sehoon.

“Karena aku mencintainya!” jawabku dan Sehun pun terdiam. Aish,menyebalkan sekali. Hanya bilang tidak apa susahnya sih?

“…”

.

.

Bip.. bip.. bip..

handphoneku bergetar menandakan ada panggilan masuk.

“Yoboseyo, siapa disana?” panggilku dengan lawan bicaraku.

Yoboseyo, Areum-ah. Ini aku Luhan.” jawab penelpon itu.

“Mwo? Luhan gege?? Ada apa gege?” tanyaku antusias.

Besok malam kau mau jalan denganku tidak?” tanya Luhan gege.

DEG!

Apa? Jalan dengan Luhan gege, aku tidak bermimpi, ini serius kan?

“Jadi kau belum kembali ke China ya, gege?” tanyaku.

“Aku akan kembali 2 hari lagi. Bagaimana kau mau tidak?” tanya Luhan gege.

“Ne, aku mau.” jawabku.

“Dimana rumahmu?” tanya Luhan gege.

“Jalan (………..)” ujarku pada Luhan gege.

“Baik, berdandanlah secantik mungkin besok.” kata Luhan gege sambil tertawa.

“Ne.” jawabku.

******

Yeay, akhirnya hari yang ku tunggu datang juga, aku akan jalan dengan Luhan gege. Aigo, betapa beruntungnya aku bisa diajak jalan oleh member tertampan, termanis, terimut, termungil, ter.. ah pokoknya semua yang bagus ada padanya.

Aku menunggu kedatangan mobil Luhan gege di depan pagar rumahku. Setelah 15 menit menunggu,terlihat sebuah mobil sport keren berwarna hitam. Mobil itu berhenti tepat di hadapanku.

“Areum-ah,ayo naik!” perintah Luhan gege, dan aku pun bergegas naik ke mobilnya.

“Gege,kenapa tiba-tiba mengajakku jalan?” tanyaku tiba-tiba.

“Aku ingin memberimu kejutan.” jawabnya.

“Kejutan apa?” tanyaku.

“Kalau aku beri tau bukan kejutan lagi kan Areum-ah?!” balasnya.

~ Areum POV End ~

 

~ Author POV ~

 

Luhan dan Areum pun akhirnya sampai di sebuah pasar malam yang terlihat ramai. Luhan membukakan pintu untuk Areum dan mempersilahkan Areum turun. Dan mereka berdua pun memasuki pasar malam itu.

“Kau suka?” tanya Luhan.

“Aku suka sekali.” Kata Areum dengan senyuman yang sedari tadi tak pernah hilang dari bibirnya. Luhan pun mengajak Areum untuk membeli sebuah permen kapas besar berwarna merah. Luhan mengajak Areum duduk, tapi anehnya Luhan masih belum memperbolehkan Areum untuk mulai memakan permen kapas yang telah mereka beli.

“Areum-ah, aku pergi sebentar ya, kau tunggu disini!” kata Luhan.

“Kau akan kembali kan, gege?” tanya Areum.

“Itu pasti.” Kata Luhan meyakinkan Areum.

 

Setelah menunggu cukup lama dan duduk termenung, Areum pun mulai takut jika Luhan meninggalkannya di tengah keramaian.

“Luhan gege kemana ya?” gumam Areum menengok kanan-kiri. Ia pun mulai kedinginan dan ketakutan.

“Luhan gege kemana, kenapa tak kunjung kembali..” pikir Areum dan tiba-tiba saja ia menangis.

“Areum-ah!” panggil seorang namja yang tak jauh dari posisinya.

“Luhan gege!” teriak Areum kegirangan, akhirnya Luhan kembali.

“Aku bukan Luhan hyung.” ujar namja itu. Areum pun menoleh ke arah namja yang memanggilnya tadi.

“Sehun-ah..” kata Areum.

“Kenapa kau menangis?” tanya Sehun lalu duduk di sebelah Areum yang masih membawa permen kapas besarnya itu.

“Luhan gege tak kunjung kembali.” jawab Areum dengan nada merengek.

“Luhan hyung? Kau kemari bersamanya?” tanya Sehun pura-pura bodoh.

“Ne, Sehun-ah.” jawab Areum mengangguk.

“Sudah jangan menangis, kan sekarang ada aku.” kata Sehun lalu merangkul Areum. Tapi Areum masih saja cemberut.

Aigo.. sudah jangan cemberut terus.” kata Sehun mencubit pipi tembem Areum.

“Luhan gege menyebalkan!” gerutu Areum.

“Ani, Luhan hyung orang yang baik, mungkin dia ada urusan.” ujar Sehun.

“Permen kapasmu, kenapa tidak kau makan?” tanya Sehun.

“Luhan gege melarangku memakannya dulu, entah sampai kapan.” Jawab Areum

“Bagaimana jika aku yang makan?” kata Sehun.

“Jangan, nanti Luhan gege marah.” kata Areum.

“Tidak akan, aku akan membayarnya 10 kali lipat jika dia marah.” balas Sehun lalu mengambil permen kapas yang ada di tangan Areum dan membuka bungkus permen kapas itu.

“Kau mau?” tawar Sehun tapi Areum menggelengkan kepalanya.

“Ayolah, makan.” bujuk Sehun sambil berusaha menyuapkan secuil permen kapas di bibir Areum. Areum pun melahapnya.

“Enak kan?” tanya Sehun dan Areum pun membalasnya dengan anggukan kecil.

“Oh ya Sehun-ah,kenapa kau bisa kemari?” tanya Areum.

DEG!

Sehun pun bingung mau menjawab apa, kalau ia berterus terang karena mengikutinya dengan Luhan pasti Areum akan tertawa terpingkal-pingkal mendengar ceritanya.

“Oh itu, eeeemmm.. aku sedang ingin kemari saja, tidak sengaja bertemu denganmu.” jawab Sehun penuh dusta.

“Oh..” balas Areum tanda mengerti.

“Hmmm.. Luhan gege kemana ya, apa aku harus menelponnya?” desis Areum.

“Areum-ah, bisakah kau berhenti membicarakannya?” keluh Sehun kesal.

“Kenapa jika aku terus membicarakannya, kau cemburu?” kata Areum asal.

“Kalau iya kenapa?” kata Sehun yang sontak membuat Areum terkejut.

“Kau cemburu?” tanya Areum lagi yang masih terkejut dengan pernyataannya tadi.

Ne, jujur aku cemburu! Bahkan aku selalu cemburu ketika kau menceritakan dan memuji tentang Luhan hyung di depanku, itu sebabnya aku sangat bad mood ketika mengajakmu ke dorm dan melihatmu bermesraan dengan Luhan hyung! Apa lagi ketika kau bilang kau jatuh cinta padanya” ujar Sehun penuh emosi.

“Sehun-ah..” kata Areum pelan.

“Mian, aku terlalu terbawa emosi.” balas Sehun memalingkan muka.

“Ne, gwaenchanayo.” jawab Areum.

“Areum-ah, bisakah aku menggantikan posisi Luhan hyung dihatimu?” tanya Sehun.

“Menggantikan posisi Luhan gege di hatiku, tentu saja tidak bisa.” jawab Areum

“Jadi sama sekali tidak ada harapan untukku menjadi namjachingumu?” tanya Sehun kecewa.

“Namjachingu? Sehun-ah, aku mencintai Luhan gege sebagai idola, bukan mencintainya sebagai calon namjachinguku!” ujar Areum terkekeh kecil.

Nae yeojachingu haejullae?” tanya Sehun. (Artinya : Mau ngga jadi pacarku?)

“Bisa kah menembakku dengan cara yang sedikit lebih romantis, caramu sangat biasa.” protes Areum.

Sehun pun lalu berlutut di hadapan Areum, ia memegang tangan Areum.

“Aku sudah cukup romantis kan?” tanya Sehun.

“Ne..” jawab Areum.

“Ne, Areum-ah, would you be mine?” tanya Sehun lagi.

“Ne, Sehun-ah..” jawab Areum lirih. Tanpa basa-basi lagi Sehun langsung berdiri dan mendekap Areum.

Sejak Sehun memberi tatapan maut kepada Areum ketika ia menyeka air matanya ketika ia menangis Areum selalu terbayang oleh wajah menawan Sehun.

Setiap melihat ke dalam mata Sehun..

Membayangkan senyum menawan Sehun

Bercerita lepas dengan Sehun

Tertawa terbahak-bahak dengan Sehun.

Mulai dari situlah Areum mencoba menggali perasaan yang sebenarnya, hingga akhirnya ia menyadari semua yang ia lakukan adalah perasaan ‘jatuh cinta’. Ia jatuh cinta dengan namja yang dulu sangat membuatnya iri karena terlalu dekat dengan idolanya, Luhan.

******

“Hyung, apa kau yakin mereka sudah resmi berpacaran,cara menembak Sehun sangatlah childish, aku sudah sering menonton yang seperti itu di TV.” ujar Chanyeol pada Luhan yang sedari tadi mengintip kejadian yang dilakukan Sehun dan Areum dari balik pohon dekat stan permen kapas.

“Maklumi saja, mereka kan memang masih bocah.” balas Luhan.

Ya, semua ini memang sudah di rencanakan oleh Luhan. Dia bisa membaca pikiran Sehun jika dia akan menjadi stalker saat Luhan dan Areum jalan bersama.

Luhan tau jika dongsaengnya itu sudah menyukai Areum dari sikapnya yang sangat jelous ketika ia menggoda Areum.

– END –

 Seperti biasa, comment sehabis baca ya..

Dan.. jujur aja, di ending itu bukan sepenuhnya dari pemikiran gue. Ada kemiripan sama FF yang pernah gue baca, tapi cuman bagian ending. Yang lainnya.. otak sendiri donk!!!

Thanks~

20 thoughts on “#FF : The New Classmate [2/2]

  1. aaaa!! ngakak sendiri bacanya >,< .. yaalloh, itu SeReum bias gue semua😄 entah kenapa gue jadi seneng😄 keep writing thor😀

    Suka

  2. Aigooo~~
    knapa bkan aq aja yg jd si areum” it
    pengen buanget jd yeojachingu.x sehun. .
    Tp lbih mau ama bacon oppa sih
    heheh

    tp,thor keren ffnya

    Suka

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s