Luhan Menstruasi???

Author : Park Min Gi

Cast : Lu Han, Park Rae Na, dll.

Genre : School life, religi #genre baru dalam FF😀

Leght : Ficlet

NB : Ga maksud apa-apa. Tak ada genre yaoi sama sekali.. Hanya berniat curhat, tapi kayanya kalo curhat doank kaya ga enak, jadi mending dibuat FF. Semoga anda semua mendapat hidayah setelah membaca FF ini #ketawa nista.

Happy Reading…

– Raena POV –

Bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulang sudah tiba. Tapi tidak dengan kelasku, ini adalah jadwal sholat berjama’ah untuk kelas XI-F. Segera para siswa XI-F memboyong peralatan sholat mereka dan berlari terbirit-birit menuju musholla yang tepat berada di depan kelas mereka. Alhamdulillah, Allah memberikan kemudahan untuk murid-murid XI-F beribadah..

Sialnya hari ini aku tengah menstruasi, jadi aku tidak bisa mengikuti sholat zhuhur yang sungguh memiliki banyak manfaat itu. Sedihnya.. Terpaksa aku harus pulang duluan. Malu itu sangat pasti. Semua yang mengenalku tau jika aku adalah anggota organisasi yang mengurus perihal keagamaan. Yang ada aku malah di kira kabur, tapi biarlah.. aku bisa jelaskan itu pada siapapun yang bertanya.

Saat berjalan menuju gerbang sekolah aku berpapasan dengan Baekhyun, salah satu temanku dalam organisasi yang aku ikuti. “Raena-ya, kenapa kau disini? Bukannya hari ini jadwal kelasmu untuk melakukan sholat jama’ah” tanya Baekhyun tiba-tiba. “Ah, bagaimana ya.. aku sedang halangan!” jawabku sedikit canggung. “Oh.. iya lebih baik jangan sholat dulu, nanti dosa! Ya sudah aku duluan ke musholla, aku jadi mu’azin.. assalamualaikum..” ucap Baekhyun. “Ne, waalaikumsalam..” jawabku sambil melambaikan tanganku.

Sampailah aku di depan gerbang sekolah, ku lihat temanku, teman? Ya dia memang temanku, tapi perasaanku padanya lebih dari teman alias dia gebetanku. Habis dia tampan, mau salahkan siapa kalau sudah begini? Subhanallah, maha indah Allah yang telah menciptakan juga makhluk seindah dia. Dia duduk di lantai belakang gerbang. Ya itu memang disediakan untuk satpam namun tak jarang para siswa ikut duduk. Dengan santainya ia bersenda gurau dengan ketiga kawannya.

Ku sapa dia, emmm.. bukan, lebih tepatnya memanggilnya. “Luhan-ah!” panggilku, namun ia tak menoleh. “Luhan-ah!” panggilku lagi dan ia tak menoleh juga. Aku pun meminta tolong pada Kris, kawan yang ada di sebelahnya memanggilnya untukku. Aku menepuk lututnya. “Mwo?” tanya Kris. “Panggilkan Luhan, sedari tadi aku panggil dia tidak menoleh!” ucapku. “Oh..” dengan segera Kris menepuk bahu Luhan mengisyaratkan jika ada panggilan dariku. “Kau tak sholat? Ini jadwal XI-F!” tegurku. “Emmm.. aku sedang menstruasi!” jawabnya sambil memasang wajah bercanda dan segera disambut tawa oleh para rekannya. Aku pun ikut tertawa, tertawa kepalsuan. Sebenarnya aku benar-benar sebal. Harusnya kan dia sholat, apa susahnya sih sholat 4 rokaat dan memakai waktu 5 menit? Dasar islam kartu pelajar!

Dengan langkah gontai aku menyusuri jalan pulang sambil memikirkan kejadian beberapa menit yang lalu. Aku tau dia bercanda. Tapi apa dia harus menggunakan alasan sefeminim itu untuk meninggalkan kewajiban? Apa selama ini aku benar-benar menyukai seorang yeoja? Omo! Andaweeeeee~

Sorenya, aku bertemu dengannya di toko dekat rumahku. Mengejutkan sekali, kenapa dia bisa kemari? Aku menyapanya, tapi belum sampai menyapanya ia sudah menyapaku duluan. Syukurlah dia sadar dengan keberadaanku. “Raena-ya..” panggilnya. “Ne, Luhan-ah..” jawabku dengan sedikit cuek. “Kau mau beli apa?” tanya Luhan padaku. “Beli kapas untuk membersihkan wajah. Kau mau beli apa? Pembalut ya?” tanyaku, memang ini tidak sopan, tapi biarlah. Bukannya dia sendiri yang bilang sedang menstruasi?

“Apa maksudmu? Kenapa bilang seperti itu keras-keras?” tegur Luhan dengan rasa malu ketika semua orang yang ada di toko melihatinya akibat perkataanku yang asal.

“Bukannya kau memang benar sedang menstruasi. Kau bilang seperti itu tadi siang ketika jadwal sholat berjamaah.” Ujarku.

“Aku namja tulen, ingat itu!” ungkapnya.

“Benarkah? Jika kau namja tulen kenapa kau menghindari sholat? Setauku muslim dewasa yang menghindari sholat hanyalah orang menstruasi dan gila. Lalu kau apa, mestruasi atau gila?” tanyaku penuh ejekan.

“Omo.. kau jahat sekali bertanya seperti itu padaku.” Kata Luhan.

“Namja gila, wlek!” ledekku.

Paginya, aku memasuki kelasku dengan perasaan yang biasa saja dan tanpa beban sedikitpun. Ku lihat Luhan yang memasang ekspresi frustasi setelah aku memasuki kelas.

“Raena-ya, apa benar yang kau katakan di toko kemarin?” tanya Chanyeol tiba-tiba.

“Tentang apa?” aku balik bertanya dan bingung.

“Luhan yang menstruasi.” Jawab Chanyeol.

“Mwo? Apa kau itu juga di toko kemarin? Tanyaku tekejut.

“Bukan, hanya saja yang ke toko adalah ibuku. Ibuku mendengar percakapanmu dengan Luhan dan aku diceritakan.” Jelas Chanyeol.

“Oh, tidak.. dia hanya bercanda soal itu. Hanya alasan agar dia menghindari sholat..” ujarku.

“Hmmm.. padahal berita itu sudah menyebar ke seluruh sekolah.” Kata Chanyeol.

“Mwo? Kenapa bisa?” tanyaku terkejut. Dan Chanyeol hanya mengangkat bahunya menandakan ia tak tau jawaban dari pertanyaanku sebelumnya.

“Itu sebabnya dia terus memasang wajah frustasi.” Kata Chanyeol. Aku pun mengangguk tanda mengerti dan langsung menghampiri Luhan yang tengah duduk.

“Luhan-ah..” panggilku. Ia terdiam sejenak. Langsung ia berdiri menatapku tajam. Oow, apakah dia marah padaku? Ku harap tidak. Tujuanku hanya ingin minta maaf karena telah membuatnya malu karena omongan blak-blakanku. Sudah jelas ia bercanda tapi aku masih saja membahas hal itu.

“Raena-ya.. aku minta maaf telah membuat alasan yang tidak jelas. Aku namja tulen, aku tidak pernah menstruasi, aku hanya bohong agar menghindari sholat! Aku menyesal, sekarang aku kena imbasnya karena telah berbohong. Maafkan aku!!! Aku berjanji akan rajin sholat mulai sekarang, tak akan kabur lagi!!! Huuuuaaa..” rengek Luhan dengan berteriak, jujur sangat lucu.

“Jangan minta maaf padaku, minta maaf pada tuhan dan lakukanlah taubat nasuha. Kau janji rajin shalat mulai sekarang, Alhamdulillah Allah sudah memberi hidayah..” syukurku.

“Terima kasih sudah membimbingku ke jalan yang benar..” ucap Luhan sambil masih terisak.

“Sama-sama..” jawabku.

– Tamat –

Udah end kawan, gimana FF ini, GaJe? Banget! Dadakan sih. Terinspirasi dari perkataan guru agama saya. Jadi thanks untuk siapapun yang dah kasih inspirasi. Hahaha, ga ada tujuan apapun dalam FF ini selain ingin nambah koleksi FF dan memberi amanat jangan pernah meninggalkan sholat untuk para muslim karena sholat adalah tiang agama #ustadzah nih yeee..

Kenapa castnya harus anak EXO yang ketauan banget bukan islam? Biar bisa dikirin ke WP FF khusus EXO donk, kan lumayan kalo bisa mengibur. Haha, ngaco abis kalo pake cast Luhan. Tapi kembali pada konsep awal, fan fiction.. Fiksi, alias cerita tidak nyata. Jadi jangan terlalu dianggep dalem juga. Cuman buat azek-azekan aja.. Arigatou..🙂

Weits, yg merasa terhibur WAJIB COMMENT!!!! Ga comment ditimpuk duit receh *_*

10 thoughts on “Luhan Menstruasi???

  1. Aaaahh lucuu^^ Aku baru nemu ff ini.. Kurang kerjaan aja tadi aku searching “exo religi”, eh nemu web ini:)))
    Seru thor… Ga kebayang deh anak-anak EXO sholat wkwk, apalagi baekhyun jadi muadzin kayanya merdu gitu adzannya:):):) Seru thor!!!

    Suka

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s