#Fan Fiction : Tanpamu Aku Galau..

Author : Park Min Gi

Genre : Galau,romance,friendship.

Cast :

Oh Sehun

Yoo Jinhwa

Jung Soojung

Xi Luhan

Warning : Terjamin kaabalannya -_-”

 

– Author POV – 

 

            “Sehun-ah,aku boleh bicara sesuatu padamu?” tanya Jinhwa dengan nada lembut. “Bicara apa,chagi-ya?”Balas Sehun penasaran.

“Sepertinya kita sudah tidak ada kecocokan lagi,kita bubar saja ya.” kata Jinhwa hati-hati sambil menjaga perasaan Sehun.

“Bubar? Putus maksudmu? Apa salahku chagi,apa ada yang kurang dariku,aku bisa perbaiki,aku bisa!” Kata Sehun dengan mata berkaca-kaca dan memegang tangan Jinhwa. “Aniyo,kau sudah menjadi namjachingu yang baik,hanya saja aku merasa tidak nyaman lagi denganmu,jebbal relakan aku! Mianhae Sehun-ah,ku rasa ini memang jalan yang terbaik untuk kita.” Kata Jinhwa memberi pelukan terakhir dan pergi meninggalkan Sehun.

 

Sehun yang sudah ditinggalkan Jinhwa masih saja duduk termenung di bangku taman dengan mata berkaca-kaca dan hampir menangis. Satu kesempatan ia gunakan melihat Jinhwa dari belakang yang pergi meninggalkannya.

“Apa yang salah denganku,kurasa aku sudah memberinya yang terbaik. Aku sangat menyayanginya,tapi ternyata dia sudah tidak menyayangiku lagi.” Kata Sehun dan tiba-tiba saja air mata jatuh di pipinya. “Kenapa aku jadi cengeng begini?” pikir Sehun dan langsung menyeka air matanya.

 

Karena sudah merasa tak ada hal yang penting di taman,ia pun memutuskan untuk pulang saja. Mengingat tak ada hal penting yang harus ia selesaikan di taman ini. Melihat bangku di taman ini membuatnya mengingat kejadian beberapa menit lalu ketika Jinhwa memutuskan hubungan mereka berdua.

 

Setelah sampai di rumahnya ia segera memasuki kamarnya dan langsung berbaring di tempat tidurnya. Ia membenamkan kepalanya ke dalam bantal memikirkan apa yang terjadi,dia melemparkan guling,bantal,selimut,jam weker,laptop,i-pad,tablet PC,handphone,lampu,gelas,dan apa saja yang ia lihat sambil berteriak dan mengulang-ngulangnya “Jinhwa-ya… kenapa kau tega padaku. Kau jahat! Kau jahat! Kau membuatku lemah seperti yeoja,kau jahat! Tanpamu aku galau..”

******

Esoknya saat umma membuka pintu kamar Sehun “Aigo.. kenapa berantakan begini,apa yang kamu lakukan semalam Sehunie?” Tanya umma yang tidak direspon apa-apa oleh Sehun. Umma pun mendekat ke tempat tidur Sehun.

“Ada apa Sehun-ah, jelaskan pada umma apa masalahmu. Umma tak tega melihatmu seperti ini.” Bujuk umma.

“Tentang Jinhwa umma.” Jawab Sehun dengan nada lesu.

“Jinhwa yeojachingumu itu,ada masalah apa kau dengannya?” Tanya umma.

“Dia memutuskan hubungannya denganku,padahal aku sangat menyayanginya.” Kata Sehun dan lagi apabila dia mengingat Jinhwa matanya akan berkaca-kaca.

“Mungkin Jinhwa perlu waktu untuk mengerti rasa sayangmu kepadanya.” Tanya umma. “Bagaimana caranya agar dia tau,umma?” tanya Sehun.

“Kalau itu kau harus berusaha sendiri.” Kata umma sambil meninggalkan Sehun.

 

Dengan pikiran yang tidak karuan Sehun terpaksa masuk sekolah hari ini,ia ingin mencari Jinhwa tapi sedari tadi ia tak kunjung menemukannya. Tiba-tiba dia bertemu teman Jinhwa,Soojung.

“Soojung-ah,kau tau dimana Jinhwa?” Tanya Sehun pada Soojung.

“Tadi terakhir kali aku melihatnya dia ada di kantin,mungkin dia masih ada disana. Tapi dia bersama seorang namja tapi aku kurang jelas memperhatikannya,bukankah dia yeojachingumu kenapa kau biarkan dia bersama namja lain?” Tanya Soojung heran.

“Kami sudah putus.” Jawab Sehun dengan nada dingin.

“Mwo,putus? Bagaimana bisa?” Tanya Soojung terkejut.

“Dia memutuskanku kemarin. Sebenarnya aku juga tidak tau apa sebabnya. Dia bilang tidak nyaman lagi denganku,tapi dia juga bilang aku sudah menjadi namjachingu yang baik untuknya. Aku benar-benar galau sekarang.” Jelas Sehun.

“Aneh juga alasan anak itu,mau kubantu mencari tahu sebab sebenarnya?” Tawar Soojung.

“Bagaimana caranya?” Sehun balik bertanya.

“Jangan pikirkan itu,serahkan saja padaku. Ya sudah,aku ke kelas dulu ya,aku ada urusan.” Kata Soojung dan bergegas pergi.

 

– Sehun POV –

 

            Kata Soojung,Jinhwa sedang bersama namja lain,siapa dia,apa karena namja itu Jinhwa memutuskanku. Ah,berani-beraninya dia! Mungkin Jinhwa masih ada di kantin,lebih baik sekarang aku kesana.

 

Saat sampai di kantin,akhirnya aku bertemu dengan Jinhwa. Benar ternyata dia sedang bersama namja lain,siapa namja itu,kurasa aku mengenalnya. Ya,itu bukannya sahabatku sendiri? Xi Lu Han? Dasar penghianat dia bilang akan merelakan Jinhwa untukku,tapi ternyata dia merebut Jinhwa lagi,dasar munafik!!

 

– Sehun POV End –

 

– Author POV – 

 

“Sehun-ah,what’s up,bro!” Sapa Luhan pada Sehun yang sedang termenung di bawah pohon besar.

“Jangan sok perhatian kau padaku. Dasar penghianat,pagar makan tanaman.” Ucap Sehun sambil melepas rangkulan Luhan.

“Apa maksudmu,memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya Luhan bingung.

“Gara-gara kau Jinhwa memutuskanku!” Jelas Sehun.

“Mwo? Atas dasar apa kau menuduhku seperi itu,huh?” Tanya Luhan semakin heran dengan ucapan temannya itu.

“Kenapa tadi kau berduan dengan Jinhwa di kantin,apa itu namanya kalau bukan merebut,huh?” Jawab Sehun.

“Calm down,man! Dengarkan aku,aku berduan dengan Jinhwa karena Jinhwa bilang ingin curhat denganku,sebagai namja masa aku menolak,itu tidak baik. Jinhwa bercerita sebab ia putus denganmu,dan kau tahu apa itu?” Tanya Luhan.

“Karena dia tidak nyaman lagi denganku.” Jawab Sehun dengan nada datar.

 

“Good,tapi apa kau tahu kenapa dia tidak nyaman,?” Luhan memancing rasa penasaran Sehun.

“Memang apa?” tanya Sehun penasaran

“Karena dia risih selalu dihina yeoja agresif oleh para fansmu.” Jelas Luhan.

“Kenapa bisa fansku menghina dia yeoja agresif?” Tanya Sehun.

“Dia yang menembak dan menyatakan cintanya duluan padamu kan,dan kau menerimanya. Dan itu membuat Jinhwa minder sekaligus tidak yakin kau benar-benar tulus menyayanginginya,dia curiga jika kau hanya kasian padanya lalu menerima cintanya.” Jawab Luhan panjang lebar.

“Tapi sebelum ia menembakku aku sudah menyukainya,hanya saja dia diberi keberanian lebih tinggi untuk menyatakan cintanya duluan.” Kata Sehun.

“Kalau itu urusanmu,aku tidak ikut campur.” Balas Luhan

“Lalu aku harus bagaimana sekarang?” Tanya Sehun pada Luhan
“Itu juga urusanmu,aku tidak mau ikut campur tangan di urusan orang. See you,selamat galau!” Ucap Luhan sambil mengepalkan kedua tangannya.

 

“Eits,Luhan-ah! tapi kau sama sekali tak ada niat untuk merebut Jinhwa lagi kan? Bukannya dulu kau menyukainya?” tanya Sehun.

“Tenang saja,itu tidak akan terjadi. Kalau sampai aku menyukai Jinhwa mau ku kemanakan Soojung?” balas Luhan.

“Ha? Soojung,Jung Soo Jung maksudmu? Kau berpacaran dengannya,sejak kapan?” tanya Sehun terkejut.

“Hmmm.. sekitar 15 menit yang lalu. Awalnya aku kemari ingin menceritakan hal itu,tapi lain kali saja lah,aku takut kau akan semakin iri denganku. Aku kan tau keadaanmu sekarang. Hahaha~” sindir Luhan.

“Huh,dasar!” pekik Sehun.

 

“Ah,menyebalkan kenapa tidak ada yang mau memberitahuku bagaimana caranya supaya Jinhwa menjadi yeojachinguku lagi sih!” Gerutu Sehun dalam hati sambil menendang kerikil-kerikil yang ada di sekitarnya. Lalu ia pun bertemu Soojung lagi,ia menyapanya.

“Soojung-ah,bagaimana kau sudah bertemu Jinhwa?” Tanya Sehun pada Soojung.

“Ne.” Jawab Soojung singkat

“Sudah kau cari tahu alasannya?” tanya Sehun penasaran

 

“Tentu saja,dia risih selalu dihina yeoja agresif oleh para penggemarmu. Dia yang menembak dan menyatakan cintanya duluan padamu kan,dan kau menerimanya. Dan itu membuat Jinhwa minder sekaligus tidak yakin kau benar-benar tulus menyayanginginya,dia curiga jika kau hanya kasian padanya lalu menerima cintanya.”Jelas Soojung yang sama persis dengan apa yang dikatakan Luhan.

“Kompak sekali sih mereka,apa mereka berdua punya ikatan batin?“ batin Sehun.

 

“Jadi,bagaimana caranya supaya dia tahu aku benar-benar menyayanginya dan mau menjadi yeojachinguku lagi?” Tanya Sehun yang berharap Soojung tidak akan memberikan jawaban yang sama seperti ummanya dan Luhan.

“Kau tembak lagi saja dia,bilang padanya kalau kau benar-benar menyayanginya.” Saran Soojung.

“Apa dijamin dia akan menerimaku?” Tanya Sehun tidak yakin.

“Mollayo,kau lakukan saja dulu!” jawab Soojung

“Gomawo sarannya. Eh,Soojung-ah. Kau baru jadian dengan Luhan ya?” tanya Sehun sebelum Soojung bergegas pergi.

“Mwo? Jangan keras-keras Sehun-ah!” kata Soojung.

“Jadi benar?” tanya Sehun.

“Ne. Ya sudahlah,ingat jangan sebarkan itu pada siapapun juga,aku pergi dulu!” kata Soojung.

 

– Sehun POV –

 

Soojung menyarankanku untuk menembak Jinhwa lagi,kurasa aku harus lakukan itu. Aku mengambil ponselku dan mencoba menelfon Jinhwa.

 

“Yoboseyo” Sapa Jinhwa

“Ini aku,Sehun. Bisa kita bertemu?”

“Untuk apa?”

“Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Tidak perlu,aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.”

“Jebbal,kali ini saja,aku mohon!”

“Baiklah,karena kau memaksa!”

“Kita bertemu sekarang saja,kau dimana?”

“Aku di kelas.”

“Baik,kau tunggu disana dan aku akan segera menyusul.” Kataku sambil menutup ponsel dan segera menuju kelas Jinhwa

 

Setelah sampai kulihat hanya Jinhwa yang ada di kelas. Ini kan sudah jam pulang sekolah,jadi cocok jika sepi. Aku mendekat ke arahnya tapi kulihat wajahnya sangat jengkel dan mencoba menjauhiku.

“Apa yang ingin kau bicarkan? Cepat katakan!” Kata Jinhwa ketus. Aku menatap wajahnya dan memegang tangannya.

“Apa yang kau lakukan,lepaskan!” Pinta Jinhwa dan berusaha melepaskan tangannya tapi kurasa ia terlalu lemah untuk melakukan itu. Aku menatap wajahnya semakin dalam.

 

“Jinhwa-ya,aku sungguh-sungguh menyayangimu,apa kau tega memutuskan hubungan kita,aku tersiksa saat kita bubar,lihat aku sekarang aku seperti yeoja,mudah menangis dan selalu galau hanya karena cinta,kau tega melihatku seperti ini,hanya kau yang bisa membuatku ceria,bahagia,dan mencintai lagi. Apakah kau mau jadi yeojachinguku lagi?” aku memohon dan melepaskan tangannya. Segera aku mendekapnya agar ia tak lepas lagi.

 

Punggungku terasa basah,kurasa ia menitihkan air mata. Kenapa ia menitihkan air mata? Yang galau kan aku!

“Bagaimana kau mau jadi yeojachinguku lagi?” Tanyaku untuk kedua kalinya tapi dia tetap saja diam dan menangis.

“Ku anggap diammu adalah sebuah jawaban iya,chagi.” Kataku sambil mengelus rambutnya.

“Aku belum bilang mau menjadi yeojachingumu lagi,kenapa kau sangat mudah mengambil keputusan!” Kata Jinhwa sambil melepaskan diri dari pelukanku.

“Jadi kau menolak?” Tanyaku

“Lebih baik aku terima atau menolaknya ya..” Jawab Jinhwa memancingku.

“Kau jahat chagi!” Kataku dengan nada kesal.

“Aku jahat? Baiklah kalau aku jahat,kau aku tolak,hahaha..” Kata Jinhwa sambil tertawa. “Ani,kau baik seperti malaikat.” Ucapku merayu.

“Karena kau bilang aku baik sekarang kau kuterima jadi namjachinguku lagi.” Kata Jinhwa tersenyum

“Jinjjayo chagi,kau mau jadi yeojachinguku lagi?” tanyaku dan ia hanya membalas dengan anggukan.

“Kita kan sudah balikan,jadi jangan menangis lagi..” kataku sambil menyeka air mata yang ada di pipinya dengan ibu jariku. Aku pun memeluknya lagi,dan kini akhirnya ia membalas pelukanku.

 – END –

Author : Park Min Gi

Genre : Galau,romance,friendship.

Cast :

Oh Sehun

Yoo Jinhwa

Jung Soojung

Xi Luhan

 

– Author POV – 

 

            “Sehun-ah,aku boleh bicara sesuatu padamu?” tanya Jinhwa dengan nada lembut. “Bicara apa,chagi-ya?”Balas Sehun penasaran.

“Sepertinya kita sudah tidak ada kecocokan lagi,kita bubar saja ya.” kata Jinhwa hati-hati sambil menjaga perasaan Sehun.

“Bubar? Putus maksudmu? Apa salahku chagi,apa ada yang kurang dariku,aku bisa perbaiki,aku bisa!” Kata Sehun dengan mata berkaca-kaca dan memegang tangan Jinhwa. “Aniyo,kau sudah menjadi namjachingu yang baik,hanya saja aku merasa tidak nyaman lagi denganmu,jebbal relakan aku! Mianhae Sehun-ah,ku rasa ini memang jalan yang terbaik untuk kita.” Kata Jinhwa memberi pelukan terakhir dan pergi meninggalkan Sehun.

 

Sehun yang sudah ditinggalkan Jinhwa masih saja duduk termenung di bangku taman dengan mata berkaca-kaca dan hampir menangis. Satu kesempatan ia gunakan melihat Jinhwa dari belakang yang pergi meninggalkannya.

“Apa yang salah denganku,kurasa aku sudah memberinya yang terbaik. Aku sangat menyayanginya,tapi ternyata dia sudah tidak menyayangiku lagi.” Kata Sehun dan tiba-tiba saja air mata jatuh di pipinya. “Kenapa aku jadi cengeng begini?” pikir Sehun dan langsung menyeka air matanya.

 

Karena sudah merasa tak ada hal yang penting di taman,ia pun memutuskan untuk pulang saja. Mengingat tak ada hal penting yang harus ia selesaikan di taman ini. Melihat bangku di taman ini membuatnya mengingat kejadian beberapa menit lalu ketika Jinhwa memutuskan hubungan mereka berdua.

 

Setelah sampai di rumahnya ia segera memasuki kamarnya dan langsung berbaring di tempat tidurnya. Ia membenamkan kepalanya ke dalam bantal memikirkan apa yang terjadi,dia melemparkan guling,bantal,selimut,jam weker,laptop,i-pad,tablet PC,handphone,lampu,gelas,dan apa saja yang ia lihat sambil berteriak dan mengulang-ngulangnya “Jinhwa-ya… kenapa kau tega padaku. Kau jahat! Kau jahat! Kau membuatku lemah seperti yeoja,kau jahat! Tanpamu aku galau..”

******

Esoknya saat umma membuka pintu kamar Sehun “Aigo.. kenapa berantakan begini,apa yang kamu lakukan semalam Sehunie?” Tanya umma yang tidak direspon apa-apa oleh Sehun. Umma pun mendekat ke tempat tidur Sehun.

“Ada apa Sehun-ah, jelaskan pada umma apa masalahmu. Umma tak tega melihatmu seperti ini.” Bujuk umma.

“Tentang Jinhwa umma.” Jawab Sehun dengan nada lesu.

“Jinhwa yeojachingumu itu,ada masalah apa kau dengannya?” Tanya umma.

“Dia memutuskan hubungannya denganku,padahal aku sangat menyayanginya.” Kata Sehun dan lagi apabila dia mengingat Jinhwa matanya akan berkaca-kaca.

“Mungkin Jinhwa perlu waktu untuk mengerti rasa sayangmu kepadanya.” Tanya umma. “Bagaimana caranya agar dia tau,umma?” tanya Sehun.

“Kalau itu kau harus berusaha sendiri.” Kata umma sambil meninggalkan Sehun.

 

Dengan pikiran yang tidak karuan Sehun terpaksa masuk sekolah hari ini,ia ingin mencari Jinhwa tapi sedari tadi ia tak kunjung menemukannya. Tiba-tiba dia bertemu teman Jinhwa,Soojung.

“Soojung-ah,kau tau dimana Jinhwa?” Tanya Sehun pada Soojung.

“Tadi terakhir kali aku melihatnya dia ada di kantin,mungkin dia masih ada disana. Tapi dia bersama seorang namja tapi aku kurang jelas memperhatikannya,bukankah dia yeojachingumu kenapa kau biarkan dia bersama namja lain?” Tanya Soojung heran.

“Kami sudah putus.” Jawab Sehun dengan nada dingin.

“Mwo,putus? Bagaimana bisa?” Tanya Soojung terkejut.

“Dia memutuskanku kemarin. Sebenarnya aku juga tidak tau apa sebabnya. Dia bilang tidak nyaman lagi denganku,tapi dia juga bilang aku sudah menjadi namjachingu yang baik untuknya. Aku benar-benar galau sekarang.” Jelas Sehun.

“Aneh juga alasan anak itu,mau kubantu mencari tahu sebab sebenarnya?” Tawar Soojung.

“Bagaimana caranya?” Sehun balik bertanya.

“Jangan pikirkan itu,serahkan saja padaku. Ya sudah,aku ke kelas dulu ya,aku ada urusan.” Kata Soojung dan bergegas pergi.

 

– Sehun POV –

 

            Kata Soojung,Jinhwa sedang bersama namja lain,siapa dia,apa karena namja itu Jinhwa memutuskanku. Ah,berani-beraninya dia! Mungkin Jinhwa masih ada di kantin,lebih baik sekarang aku kesana.

 

Saat sampai di kantin,akhirnya aku bertemu dengan Jinhwa. Benar ternyata dia sedang bersama namja lain,siapa namja itu,kurasa aku mengenalnya. Ya,itu bukannya sahabatku sendiri? Xi Lu Han? Dasar penghianat dia bilang akan merelakan Jinhwa untukku,tapi ternyata dia merebut Jinhwa lagi,dasar munafik!!

 

– Sehun POV End –

 

– Author POV – 

 

“Sehun-ah,what’s up,bro!” Sapa Luhan pada Sehun yang sedang termenung di bawah pohon besar.

“Jangan sok perhatian kau padaku. Dasar penghianat,pagar makan tanaman.” Ucap Sehun sambil melepas rangkulan Luhan.

“Apa maksudmu,memangnya apa yang aku lakukan?” Tanya Luhan bingung.

“Gara-gara kau Jinhwa memutuskanku!” Jelas Sehun.

“Mwo? Atas dasar apa kau menuduhku seperi itu,huh?” Tanya Luhan semakin heran dengan ucapan temannya itu.

“Kenapa tadi kau berduan dengan Jinhwa di kantin,apa itu namanya kalau bukan merebut,huh?” Jawab Sehun.

“Calm down,man! Dengarkan aku,aku berduan dengan Jinhwa karena Jinhwa bilang ingin curhat denganku,sebagai namja masa aku menolak,itu tidak baik. Jinhwa bercerita sebab ia putus denganmu,dan kau tahu apa itu?” Tanya Luhan.

“Karena dia tidak nyaman lagi denganku.” Jawab Sehun dengan nada datar.

 

“Good,tapi apa kau tahu kenapa dia tidak nyaman,?” Luhan memancing rasa penasaran Sehun.

“Memang apa?” tanya Sehun penasaran

“Karena dia risih selalu dihina yeoja agresif oleh para fansmu.” Jelas Luhan.

“Kenapa bisa fansku menghina dia yeoja agresif?” Tanya Sehun.

“Dia yang menembak dan menyatakan cintanya duluan padamu kan,dan kau menerimanya. Dan itu membuat Jinhwa minder sekaligus tidak yakin kau benar-benar tulus menyayanginginya,dia curiga jika kau hanya kasian padanya lalu menerima cintanya.” Jawab Luhan panjang lebar.

“Tapi sebelum ia menembakku aku sudah menyukainya,hanya saja dia diberi keberanian lebih tinggi untuk menyatakan cintanya duluan.” Kata Sehun.

“Kalau itu urusanmu,aku tidak ikut campur.” Balas Luhan

“Lalu aku harus bagaimana sekarang?” Tanya Sehun pada Luhan
“Itu juga urusanmu,aku tidak mau ikut campur tangan di urusan orang. See you,selamat galau!” Ucap Luhan sambil mengepalkan kedua tangannya.

 

“Eits,Luhan-ah! tapi kau sama sekali tak ada niat untuk merebut Jinhwa lagi kan? Bukannya dulu kau menyukainya?” tanya Sehun.

“Tenang saja,itu tidak akan terjadi. Kalau sampai aku menyukai Jinhwa mau ku kemanakan Soojung?” balas Luhan.

“Ha? Soojung,Jung Soo Jung maksudmu? Kau berpacaran dengannya,sejak kapan?” tanya Sehun terkejut.

“Hmmm.. sekitar 15 menit yang lalu. Awalnya aku kemari ingin menceritakan hal itu,tapi lain kali saja lah,aku takut kau akan semakin iri denganku. Aku kan tau keadaanmu sekarang. Hahaha~” sindir Luhan.

“Huh,dasar!” pekik Sehun.

 

“Ah,menyebalkan kenapa tidak ada yang mau memberitahuku bagaimana caranya supaya Jinhwa menjadi yeojachinguku lagi sih!” Gerutu Sehun dalam hati sambil menendang kerikil-kerikil yang ada di sekitarnya. Lalu ia pun bertemu Soojung lagi,ia menyapanya.

“Soojung-ah,bagaimana kau sudah bertemu Jinhwa?” Tanya Sehun pada Soojung.

“Ne.” Jawab Soojung singkat

“Sudah kau cari tahu alasannya?” tanya Sehun penasaran

 

“Tentu saja,dia risih selalu dihina yeoja agresif oleh para penggemarmu. Dia yang menembak dan menyatakan cintanya duluan padamu kan,dan kau menerimanya. Dan itu membuat Jinhwa minder sekaligus tidak yakin kau benar-benar tulus menyayanginginya,dia curiga jika kau hanya kasian padanya lalu menerima cintanya.”Jelas Soojung yang sama persis dengan apa yang dikatakan Luhan.

“Kompak sekali sih mereka,apa mereka berdua punya ikatan batin?“ batin Sehun.

 

“Jadi,bagaimana caranya supaya dia tahu aku benar-benar menyayanginya dan mau menjadi yeojachinguku lagi?” Tanya Sehun yang berharap Soojung tidak akan memberikan jawaban yang sama seperti ummanya dan Luhan.

“Kau tembak lagi saja dia,bilang padanya kalau kau benar-benar menyayanginya.” Saran Soojung.

“Apa dijamin dia akan menerimaku?” Tanya Sehun tidak yakin.

“Mollayo,kau lakukan saja dulu!” jawab Soojung

“Gomawo sarannya. Eh,Soojung-ah. Kau baru jadian dengan Luhan ya?” tanya Sehun sebelum Soojung bergegas pergi.

“Mwo? Jangan keras-keras Sehun-ah!” kata Soojung.

“Jadi benar?” tanya Sehun.

“Ne. Ya sudahlah,ingat jangan sebarkan itu pada siapapun juga,aku pergi dulu!” kata Soojung.

 

– Sehun POV –

 

Soojung menyarankanku untuk menembak Jinhwa lagi,kurasa aku harus lakukan itu. Aku mengambil ponselku dan mencoba menelfon Jinhwa.

 

“Yoboseyo” Sapa Jinhwa

“Ini aku,Sehun. Bisa kita bertemu?”

“Untuk apa?”

“Ada yang ingin aku bicarakan.”

“Tidak perlu,aku rasa tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.”

“Jebbal,kali ini saja,aku mohon!”

“Baiklah,karena kau memaksa!”

“Kita bertemu sekarang saja,kau dimana?”

“Aku di kelas.”

“Baik,kau tunggu disana dan aku akan segera menyusul.” Kataku sambil menutup ponsel dan segera menuju kelas Jinhwa

 

Setelah sampai kulihat hanya Jinhwa yang ada di kelas. Ini kan sudah jam pulang sekolah,jadi cocok jika sepi. Aku mendekat ke arahnya tapi kulihat wajahnya sangat jengkel dan mencoba menjauhiku.

“Apa yang ingin kau bicarkan? Cepat katakan!” Kata Jinhwa ketus. Aku menatap wajahnya dan memegang tangannya.

“Apa yang kau lakukan,lepaskan!” Pinta Jinhwa dan berusaha melepaskan tangannya tapi kurasa ia terlalu lemah untuk melakukan itu. Aku menatap wajahnya semakin dalam.

 

“Jinhwa-ya,aku sungguh-sungguh menyayangimu,apa kau tega memutuskan hubungan kita,aku tersiksa saat kita bubar,lihat aku sekarang aku seperti yeoja,mudah menangis dan selalu galau hanya karena cinta,kau tega melihatku seperti ini,hanya kau yang bisa membuatku ceria,bahagia,dan mencintai lagi. Apakah kau mau jadi yeojachinguku lagi?” aku memohon dan melepaskan tangannya. Segera aku mendekapnya agar ia tak lepas lagi.

 

Punggungku terasa basah,kurasa ia menitihkan air mata. Kenapa ia menitihkan air mata? Yang galau kan aku!

“Bagaimana kau mau jadi yeojachinguku lagi?” Tanyaku untuk kedua kalinya tapi dia tetap saja diam dan menangis.

“Ku anggap diammu adalah sebuah jawaban iya,chagi.” Kataku sambil mengelus rambutnya.

“Aku belum bilang mau menjadi yeojachingumu lagi,kenapa kau sangat mudah mengambil keputusan!” Kata Jinhwa sambil melepaskan diri dari pelukanku.

“Jadi kau menolak?” Tanyaku

“Lebih baik aku terima atau menolaknya ya..” Jawab Jinhwa memancingku.

“Kau jahat chagi!” Kataku dengan nada kesal.

“Aku jahat? Baiklah kalau aku jahat,kau aku tolak,hahaha..” Kata Jinhwa sambil tertawa. “Ani,kau baik seperti malaikat.” Ucapku merayu.

“Karena kau bilang aku baik sekarang kau kuterima jadi namjachinguku lagi.” Kata Jinhwa tersenyum

“Jinjjayo chagi,kau mau jadi yeojachinguku lagi?” tanyaku dan ia hanya membalas dengan anggukan.

“Kita kan sudah balikan,jadi jangan menangis lagi..” kataku sambil menyeka air mata yang ada di pipinya dengan ibu jariku. Aku pun memeluknya lagi,dan kini akhirnya ia membalas pelukanku.

 – END –

  • Halooo.. publish FF lagi nih, korban iklan ya? Iya! Hahaha, entahlah kenapa gue cinta banget sama iklannya kartu As. Mungkin ini sequel dari ‘Aku Ga Punya Pulsa’ tapi judul doank, ceritanya udah jelas beda, bwahaha..
  • Comment ya kalo udah baca.. kalo perlu like #ngarep. Comment yang membangun sangat berguna untuk membuat FF yang lebih kece lagi. Yang comment semoga jodoh ama biasnya,yang abis baca langsung kabur di bakar Chanyeol. Saya cinta kami, eh kalian -,-

    #kabur bareng Chanyeol.

2 thoughts on “#Fan Fiction : Tanpamu Aku Galau..

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s