#Fan Fiction : Kuncir Kuda

 Author : Park Min Gi

Cast :

– Byun Baek Hyun

– Jeon Hyo Min (OC)

– Jang Sun Hwa (OC)

Genre : Romance.

“Ini hanya ilusi yang akan menghilang jika ku sentuh..”

Gambar

Hyomin POV

Ku buka korden yang sedari tadi menutupi jendela bus ini. Cahaya matahari pun langsung memancar menerobos jendela bus. Ku nikmati perjalan ini dengan melihat pinggir jalan yang ku susuri selama aku menaiki bus.

“Hyomin-ah,tutuplah korden itu,silau tau!” gerutu Sunhwa sambil menutupi matanya karena terkena silau cahaya matahari.

“Sunhwa-ya,ini kan liburan musim panas,jadi kita harus menikmatinya dengan sinar matahari.” Balasku dan tak menghiraukan keluhannya itu. Sunhwa pun hanya bisa cemberut dan menutupi wajahnya dengan bantal yang tersedia di kursi.

Hari ini adalah liburan musim panas yang ku lakukan bersama teman sekelasku. Tentu saja di rekomendasikan oleh wali kelasku terlebih dahulu. Tujuan kami adalah ke pantai. Ini kan musim panas,jadi kali ini sangat tepat untuk mengunjungi pantai. Aku sudah menyiapkan ini dari semalam. Penampilanku pun sudah ku pikir kan sejak jauh-jauh hari. Aku menggunakan hot pants berwarna hijau,agar bisa langsung bermain di pantai tanpa menuju kamar mandi terlebih dulu untuk berganti pakaian. Aku mengikat rambutku seperti ekor kuda. Karena rambutku yang bergelombang,jadi mudah untuk membentuknya. Jika rambutnya ku urai pasti akan sangat membuatku repot jika aku bermain di pantai nanti.

“Anak-anak,kita sudah sampai di tempat tujuan. Berhati-hatilah jika akan turun.” Song sonsaengnim memberikan instruksi. Aku pun segera bergegas keluar karena tidak sabar ingin menuju pantai itu.

“Lihatlah Sunhwa-ya! Lautnya biru dan benar-benar indah!” seruku terpesona dengan keindahan laut di pantai ini.

“Ne,ku rasa semua laut di pantai itu indah.” Timpal Sunhwa.

“Tunggu apalagi,kajja!” seruku terburu-buru ingin menghampiri laut itu.

“Eits,tunggu sebentar. Song sonsaengnim belum menyuruh kita untuk bermain.” Kata Sunhwa. Ya benar,kenapa aku baru sadar. Aku terlalu semangat untuk bermain.

“Sekarang kalian boleh bermain sepuasnya. Jam 5 sore berkumpullah kembali di sini.” Ujar Song sonsaengnim.

“Ne,sonsaengnim.” Ujar anak-anak lain serempak.

“Kajja!” seruku dan langsung menarik tangan Sunhwa.

Saat asyik berlari dengan bertelanjang kaki membiarkan kuncir ekor kudaku di hembus angin bersama Sunhwa,tiba-tiba saja langkahku terhenti pada satu titik.

“Noemu haenseom..” gumamku sambil melamun dan memandanginya terus.

“Hyomin-ah,kau kenapa?” tanya Sunhwa,tapi aku masih tetap sibuk memandangnya.

“Hmmm.. lagi-lagi Byun Baek Hyun.” Kata Sunhwa menggelengkan kepalanya.

“Lihat dia toppless,ternyata dia tak kalah sexynya dengan Jongin.” Ujarku terpesona.

“Jongin tetap yang paling sexy!” sambar Sunhwa.

“Terserah,pendapat orang berbeda-beda!” kataku pasrah saja,aku tak mau kami berdebat hanya karena hal sepele seperti ini.

“Sudahlah Jeon Hyo Min. Lupakan saja dia,dia tak pernah menganggapmu.” Kata Sunhwa menyarankanku.

“Dia tidak menganggapku karena aku tak pernah mengutarakan perasaanku padanya.” Jawabku kesal.

“Lalu kapan kau akan mengutarakannya?” tanya Sunhwa.

“Hari ini juga. Musim panas adalah saat yang tepat untuk mengutarakan perasaanku padanya!” jawabku yakin.

“Eoh,jinchanyo?” tanya Sunhwa kurang yakin. Dan aku pun membalas dengan anggukan penuh rasa yakin.

“Ne,aku mendukungmu. Semangat Hyomin-ah!” seru Sunhwa.

******

Kini aku telah sampai di laut biru,aku merendamkan kakiku hingga selutut.

“Kau semangat sekali,sudah pakai sunblock belum?” tanya Sunhwa.

“Tentu saja,aku tak pernah melupakan itu!” balasku.

“Terima ini!” kata Sunhwa sambil mencipratkan air asin itu ke wajahku.

“Ah,asin!” seruku sambil membalas menciprati Sunhwa dengan air juga.

“Namanya juga air laut,pastilah asin.” Ucap Sunhwa.

“Wah,sepertinya seru. Aku boleh ikut main air?” tanya seseorang yang ku rasa tertuju pada kami berdua. Aku dan Sunhwa refleks menoleh ke arah sumber suara itu. Dan namja yang berucap tadi adalah.. Byun Baek Hyun?

“Oh,tentu saja boleh!” jawab Sunhwa. Tiba-tiba saja Baekhyun langsung mencipratkan berlimpah air di wajah kami.

“Haha,rasakan itu!” kata Baekhyun terbahak-bahak.

“Aduh,airnya tertelan ke mulutku.” Kataku sambil memegangi leherku mencoba mengeluarkan air itu,aku tersedak. Rasanya aneh dan parah. Asin dan pahit menyatu.

“Hyomin-ah,neo gwaenchana?” tanya Baekhyun panik. Aku tak bisa menjawab pertanyaan itu,aku tak bisa bicara karena tersedak.

“Ottohke?” ucap Baekhyun pada Sunhwa.

“Hyomin-ah,kita ke bus saja, aku akan memberimu minum.” Kata Sunhwa sambil membantuku berjalan.

“Aku ikut!” Baekhyun pun mengejar kami berdua.

“Kau sih,Baekhyun-ah! Banyak sekali mencipratkan air pada kami!” omel Sunhwa saat kami di bus.

“Mianhaeyo,aku kan berniat hanya ingin bersenang-senang bersama kalian..” kata Baekhyun sambil memasang wajah bersalah.

“Kenapa kalian jadi rebut begini sih,aku sudah meminum air,aku sekarang baik-baik saja!” sambarku menenangkan kedua temanku yang sedang berseteru ini.

“Mianhae ya,Hyomin-ah..” ucap Baekhyun,aku pun mengangguk sambil menyunggingkan senyum pertanda aku memaafkannya.

“Jadi tunggu apalagi,ayo kita main lagi!” seru Baekhyun bersemangat.

“Kajja!” balasku dan Sunhwa bersamaan dan langsung menuju laut lagi.

Sesampainya di laut itu kami pun berenang-renang kecil di pinggir laut.

“Jika hanya berenang di tepi seperti ini,tak akan seru. Bagaimana kalau kita beradu renang saja?” saran Baekhyun.

“Aku tidak bisa berenang. Hyomin saja!” sahut Sunhwa.

“Mwo,aku?” tanyaku kaget.

“Cepatlah,Hyomin-ah. kita bertarung.”

“Shireo!” jawabku.

“Kau harus mau!” paksa Baekhyun.

“Jika aku menang kau mau memberiku apa memangnya?” tanyaku.

“Aku akan menciummu.” Jawab Baekhyun.

“Mwo?” aku terkejut dengan perkataan Baekhyun tadi. Dia akan menciumku jika aku menang? Gila saja!

“Kau menyukaiku bukan?” tanyanya. Kini aku semakin kehabisan kata-kata setelah pertanyaannya yang tadi. Darimana dia tau?

“Bagaimana caranya kau bisa mengambil kesimpulan bahwa aku menyukaimu?” tanyaku penuh harap dan berusaha menyembunyikan kenyataan itu.

“Sunhwa yang memberi tauku.” Jawab Baekhyun. Aku segera menoleh pada Sunhwa,tapi kemana dia? Dia tidak ada,dia kabur. Oh,sialan.. Dasar Jang Sun Hwa!

“Aish,cepatlah!” kata Baekhyun dan langsung menarik tanganku. Aku ingin sekali menolak,aku tidak mood bertarung dengannya setelah dia mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Tapi walau bagaimanapun,dia adalah namja yang ku cintai. Aku akan melakukan apa pun agar orang yang kucintai bisa bahagia. Itu lah prinsipku saat aku sedang jatuh cinta.

“Ready! 3.. 2.. 1..” hitung Baekhyun. Dan ya! Setelah aba-aba berakhir aku langsung melesat di tengah air laut asin ini. Batasnya sampai batu besar. Aku segera berenang menuju batu besar itu. setalah sekitar 5 menit berenang akhirnya aku sampai di batu besar itu. Aku menoleh ke belakang,terlihat Baekhyun yang masih jauh dan berusaha sampai ke batu besar yang kini sudah ada di sebelahku ini.

“Aku menang!!!” teriakku kegirangan. Baekhyun pun segera mempercepat gerakannya. “Tenagamu kuat juga.” Kata Baekhyun saat sudah sampai di batu besar itu. “Mangkannya jangan berani-beraninya kau melawanku.” Kataku. “Jangan-jangan kau berusaha menang karena ingin ku cium ya?” tanya Baekhyun menggodaku.

“Apa? Enak saja,aku menang karena memang kemampuanku jauh di atasmu!” elakku. “Sesuai janjiku,aku akan menciummu!” katanya.

“Andwe.. aku kan belum menyetujuinya!” balasku menolak.

“Tidak bisa,janji tetap janji! Salah sendiri kau tak menolaknya tadi.” kata Baekhyun. Kini tangan kanannya meraih pipiku. Ia segera mendekatkan wajahnya ke wajahku. Wajahnya sudah tepat ada di depanku,jarak antar wajah kami sudah dekat sekali. Ia bersiap memberiku kecupan.

******

“Hyomin-ah! kita jadikan bermain airnya?” tanya Sunhwa membangunkanku dari lamunan panjangku. Ya,ternyata itu tadi hanya khayalan. Ilusi yang akan hilang jika aku menyentuhnya.

“Eeee.. tentu saja jadi. Kajja!”

Aku menuju laut biru yang indah itu. Tapi setelah sampai di laut itu moodku untuk bermain air pun hilang. Ku rasa dengan mengkhayal tadi itu sudah cukup.

“Sunhwa-ya,kau main sendiri saja ya. Tiba-tiba aku ingin duduk dipasir putih ini.” Kataku. “Ne..” jawab Sunhwa mengangguk langsung berlari dan menyeburkan dirinya ke laut biru.

Aku termenung sambil terus membayangkan lamunan konyolku tadi. Bagaimana bisa aku menghayal jika Baekhyun akan menciumku. “Pabo-ya!” kataku sambil memukul kepalaku sendiri. Cinta telah membuatku sedih di dalam mimpi,seluruh diriku benar-benar ingin memiliki Baekhyun. Walauku suka namun tak terucapkan. Cintaku tak berbalas. Yang bisa aku lakukan hanyalah berkhayal dan bermimpi. Hyomin-ah,kenapa kau jadi putus asa begini? Kemana Hyomin yang ceria dan selalu ingin membuat orang yang dicintainya bahagia. Aku tak boleh pesimis,aku harus yakin jika Baekhyun akan membalas cintaku.

“Hyomin-ah..” panggil seseorang. Karena merasa terpanggil,aku pun menoleh ke arah orang yang memanggilku tadi.

“Baekhyun?” ucapku saat ku dapati namja yang memanggilku tadi adalah Baekhyun.

“Ne,kenapa kau hanya sendirian. Padahal yang lainnya sedang asyik bermain.” “Gwaenchanayeo. Aku ingin duduk di pasir putih ini saja. Kau juga sendirian,kenapa tidak bermain dengan yang lain?” aku balik bertanya.

“Aku sedang mencari teman untuk bermain. Kurasa kau sendirian. Mau bermain denganku tidak?” tawar Baekhyun.

“Hmmmm.. aku sedang menikmati terik matahari yang menyengat. Duduk saja denganku,kita ngobrol-ngobrol ringan.”

“Boleh juga.” Baekhyun langsung duduk di sampingku. Sekarang jantungku berdegup kencang.

“Hyomin-ah..” panggil Baekhyun,aku pun sekilas menoleh. Wajah kami bertatapan,sorot matanya benar-benar membuatku terpesona. Jarak diantara kami pun semakin dekat. Maximum high tention.

“Wae.. wae.. waeyo?” tanyaku gugup dan gagap.

“Kuncirmu lucu..” ujar Baekhyun.

“Gomawo,kau menyukainya?” tanyaku.

“Ne,aku suka yeoja dengan rambut yang bergelombang.” Jadi dia menyukai kuncirku? Aaa.. Senangnya namja yang ku sukai memujiku..

“Matahari bersinar sangat terik ya..” kata Baekhyun.

“Ne,bukan kah tujuan kita ke pantai memang untuk menikmati itu?”

“Kau tak takut kulitmu jadi gelap?” tanya Baekhyun.

“Untuk apa,berkulit gelap tidaklah buruk. Lihatlah Jongin,kulitnya gelap,itu malah menambah aura sexy pada dirinya.” Ujarku.

“Ya,kau benar juga..”

Aku sudah tidak tahan lagi,aku tidak lega jika hanya sebatas teman dengannya. Aku ingin mengutarakan perasaanku sekarang. Tapi aku tak yakin siap. Bagaimana jika dia menolak. Tapi cinta itu kan suara yang tak mengharapkan jawaban,jadi apa salahnya jika ku nyatakan. Aku juga tak beraharap ia menerimaku. Aku tak akan menyesal jika dia menolakku. Dengan mencintai Baekhyun aku sudah bahagia.

“Baekhyun-ah,aku menyukaimu.” Kataku nekad mengucapkannya.

“Aku juga.” Jawab Baekhyun.

“Maksudku bukan itu. Aku mencintaimu!” kataku sedikit penuh penekanan.

“Aku juga.” Jawab Baekhyun dan lagi-lagi sama seperti jawaban yang tadi.

“Kau juga menyukaiku?”

“Ne,bahkan aku juga mencintaimu”

“Jinchayo?” tanyaku tidak yakin.

“Ne.” jawabnya singkat.

“Waeyo?” tanyaku.

“Sejak Sunhwa memberi tauku perasaanmu kepadaku aku jadi selalu terpikir. Ya kurasa itu juga perasaan cinta sama seperti yang kau miliki.” Ujar Baekhyun. Leganya,sekarang Baekhyun sudah tau perasaanku. Bahkan aku juga sudah tau perasaannya padaku.

“Begitu sajakah? Kau tak berniat menembakku dan menjadikanmu namjachingumu?” tanya Baekhyun.

“Aku kan yeoja,tidak baik menembak namja duluan.”

“Bagaimana jika aku yang menambakumu?” tanya Baekhyun dan hanya membuatku tertunduk malu.

“Tapi ku rasa aku tak perlu melakukan itu.” Ujar Baekhyun.

“Wae?” tanyaku heran.

“Kau tau perasaanku,aku juga tau perasaanmu. Kita sama-sama mencintai. Sekarang aku anggap saja aku namjachingmu. Dan aku akan menganggapmu yeojachinguku. Kau setuju?” tanya Baekhyun. Aku pun mengangguk.

“Saranghae Jeon Hyo Min.. Miss. Kuncir Kuda” ucap Baekhyun.

“Nado saranghae,Byun Baek Hyun.. Mr. Eyeliner” balasku. Dan kami pun memeluk satu sama lain.

Tiba-tiba saja Sunhwa kembali dari laut biru itu. Dan menghampiri kami. “Aku tertinggal sesuatu kah? Kenapa kalian berpelukan?” tanya Sunhwa yang tak tau tentang apa-apa. Kurasa ini semua berkat Sunhwa,karena dengan mulut embernya itu Baekhyun jadi tau perasaanku yang sebenarnya dan membuatnya kini menjadi namjachinguku.

– END –

Yeah kepublish juga nih FF.. Ini FF pertama yang gue publish disini. Tapi bukan FF pertama yang gue bikin.

Maaf kependekan,abis bikinnya dadakan sih..

Soalnya waktu itu guelagi denger lagunya JKT48 yang Ponytail to Shushu tiba-tiba terinspirasi bikin FF yang bertemakan musim panas kaya gini.

Bahasanya juga minjem syairnya dari lagu JKT48 yang Heavy Rotation, Aitakatta, Karena Kusuka Dirimu, dan Ponytail to Shushu hihihi.. #lho kok jadi ceritain JKT48?? Jadi ini ga plagiat ya..

Siapa pun yang baca please comment, jangan diem. Galau banget kalo sampe diem. Yang comment gue doain nonton SMTOWN World Tour live in Jakarta deh. Thanks.🙂

3 thoughts on “#Fan Fiction : Kuncir Kuda

Comment Is Free of Charge (*^▽^*)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s